🔲 UPDATE

Grebeg Suro 2026 Resmi Dibuka, 29 Agenda Budaya Siap Semarakkan Ponorogo

Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo resmi membuka rangkaian perayaan Grebeg Suro 2026 dengan pesta rakyat yang berlangsung meriah di Alun-Alun Ponorogo, Sabtu (6/6/2026) malam. Berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Bumi Reog sukses memukau ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara.

Pembukaan Grebeg Suro tahun ini diawali dengan penampilan tarian kolosal yang merepresentasikan jati diri, kesenian, dan budaya Wengker. Selain itu, masyarakat juga disuguhkan pemutaran video bertajuk “The Mistycal of Land Reogvolution”, sebuah karya kolaboratif yang mengisahkan perjalanan sejarah Ponorogo dari masa ke masa.

Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengatakan bahwa Grebeg Suro merupakan warisan budaya yang telah tumbuh dan berkembang selama berabad-abad sehingga perlu terus dilestarikan oleh generasi masa kini maupun mendatang.

“Ini adalah warisan leluhur dan tradisi yang telah tumbuh selama berabad-abad yang harus kita lestarikan,” ujarnya saat membuka acara.

Menurutnya, sedikitnya terdapat 29 kegiatan yang akan digelar selama rangkaian Grebeg Suro 2026. Seluruh agenda tersebut mengusung nilai-nilai religius, seni, dan budaya yang menjadi identitas masyarakat Ponorogo.

Sejumlah agenda unggulan yang akan digelar di antaranya Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI, Festival Reog Remaja (FRM) XXXI, Grebeg Pameran Bonsai, Kirab Pusaka dan Pawai Lintas Sejarah, hingga Larungan Telaga Ngebel.

Tidak hanya itu, Festival Nasional Reog Ponorogo kembali masuk dalam jajaran Top Ten Kharisma Event Nasional (KEN). Sementara itu, Kharisma Event Ponorogo (KEPO) juga akan menghadirkan Festival Desa Lokal yang menampilkan beragam potensi budaya dan kreativitas masyarakat desa.

Pemkab Ponorogo berharap seluruh masyarakat dapat turut berpartisipasi dan menyemarakkan seluruh rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan.

Lisdyarita menambahkan, keberhasilan Grebeg Suro masuk dalam agenda nasional sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Ponorogo dalam mengembangkan sektor budaya dan ekonomi kreatif. Hal tersebut sejalan dengan pengakuan Ponorogo sebagai bagian dari Jaringan Kota Kreatif UNESCO.

“Tentu menjadi bukti Kabupaten Ponorogo telah mengimplementasikan sebagai Jaringan Kota Kreatif UNESCO berkat kekayaan budaya dan ekonomi, sekaligus mengenalkan seni budaya Ponorogo kepada dunia,” pungkasnya.

Dengan berbagai agenda yang telah disiapkan, Grebeg Suro 2026 diharapkan mampu menjadi momentum pelestarian budaya, penggerak ekonomi daerah, sekaligus sarana promosi kesenian Reog Ponorogo di tingkat nasional maupun internasional.(ny*) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar