Aktivis Magetan Bersatu Geruduk Kantor Kejari dan Gedung DPRD Magetan Hingga Bakar Keranda dan Pocong
Magetan - Aktivis Magetan Bersatu menggelar aksi ujuk rasa di depan gedung DPRD dan kantor Kejaksaan Negeri Magetan, Kamis (16/4/2026)
Aktivis Magetan Bersatu berujuk rasa di depan gedung DPRD Magetan, menuntut dugaan penyimpangan dana pokir DPRD.
Perwakilan Aktivis Magetan, Syifaul Anam, mengatakan kehadiran di gedung DPRD Kabupaten Magetan, meminta kepada DPRD untuk patuh taat hukum terhadap upaya Kejaksaan, dimana Kejaksaan berusaha melakukan upaya - upaya penyelidikan maupun penyidikan pokir.
"Kita tuntut laporan itu tidak bias bahwa laporan bulan November 2025 jelas siapa dugaan pelanggaran pokirnya, apa dugaan pelanggaran pokirnya tapi yang dilakukan kejaksaan bias dan ini membuat seolah-olah OPD pemerintahan Magetan resah, DPRD tidak bekerja dengan maksimal." tegas Anam
Setelah audensi dengan Wakil DPRD Magetan, kita meminta DPRD Magetan komitmen bersama masyarakat bahwa akan mentaati aturan-aturan jika dipanggil harus proaktif juga kelompok-kelompok juga proaktif untuk menerbitkan tersangka di Kejaksaan.
Menurutnya, saat ini penanganan kasusnya sangat lambat, kita kawatir seperti kemarin peningkatan status penyelidikan 10 April kenapa baru di buka tanggal 13 -14, kenapa dengan kejaksaan, padahal SOP Kejaksaan harus transparasi terhadap perkembangan kasus yang dilaporkan.
Orasi berlanjut mendesak ke Kantor Kejaksaan sebagai bentuk dukungan untuk segera penetapkan tersangka status itu menjadi jelas hukumnya.
Pihak Kejaksaan Negeri Magetan menyatakan komitmennya untuk mempercepat penanganan kasus dugaan korupsi dana pokir DPRD periode 2021–2023.
Kejari menegaskan bahwa proses hukum saat ini masih berjalan dan akan ditingkatkan secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku.
Diketahui bahwa massa aksi ujuk rasa membawa sejumlah atribut berupa banner dan spanduk serta properti simbolik berupa pocong, keranda, dan batu nisan sebagai bentuk protes terhadap dugaan praktik korupsi.
Depan kantor Kejaksaan Negeri Magetan aksi massa membakar properti pocong, keranda sebagai simbol matinya koruptor.(yk)
