🔲 UPDATE

Perempuan Aisyiyah Se-Mataraman Ikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Ponorogo

Ponorogo - Perempuan-perempuan hebat dari berbagai daerah berkumpul di Restomu, Selasa (30/12/2025), dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar atas kerja sama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Ponorogo.

Kegiatan ini menghadirkan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, sebagai narasumber utama. Sosialisasi tersebut bertujuan memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan guna menjaga persatuan dan harmoni bangsa, khususnya melalui peran strategis perempuan.

Acara dihadiri jajaran Sekretariat Jenderal MPR RI serta sejumlah tokoh perempuan, di antaranya Plt Bupati Ponorogo Hj. Lidyarita, SH, Ketua PDA Aisyiyah Ponorogo Hj. Titi Listyorini, SH, serta Ketua Saudagar Perempuan Muslim Indonesia Dra. Mardiana Indraswati.

Peserta datang dari wilayah Se-Mataraman meliputi Ponorogo, Magetan, Ngawi, Pacitan, Trenggalek hingga Sragen. Hadir pula jajaran Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Ponorogo, Amal Usaha Aisyiyah, serta Majelis dan Lembaga PDA Ponorogo.

Kontribusi Nyata Aisyiyah Ponorogo

Sebagai tuan rumah, Ketua PDA Aisyiyah Ponorogo Hj. Titi Listyorini, SH mengapresiasi terselenggaranya sosialisasi Empat Pilar yang dinilai mampu menambah wawasan kebangsaan bagi anggota Aisyiyah.

Ia menyampaikan bahwa Aisyiyah Ponorogo memiliki 23 cabang dengan berbagai unit layanan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan hukum. Di antaranya Rumah Sakit Umum Aisyiyah Ponorogo, 143 taman kanak-kanak, Sekolah Luar Biasa (SLB), panti asuhan anak disabilitas, Aisyiyah Quranic Boarding School (AQBS), Pos Bantuan Hukum (Posbakum), serta Pusat Layanan Disabilitas (PLD).

“Alhamdulillah, AQBS baru-baru ini meraih 17 piala dalam Aisyiyah Student Competition tingkat nasional. Sementara SLB Aisyiyah Ponorogo menjadi juara 1 tingkat Jawa Timur dan akan melaju ke tingkat nasional,” ungkapnya.

Selain itu, Rumah Sakit Aisyiyah Ponorogo juga terus mengembangkan layanan hingga ke Kabupaten Magetan serta menerima hibah layanan kesehatan di Pacitan.

Empat Pilar Jadi Solusi Tantangan Kebangsaan

Plt Setjen MPR RI Siti Fauziah menegaskan bahwa penguatan Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—menjadi solusi penting dalam menghadapi tantangan persatuan bangsa.

Menurutnya, masih ditemukan pemahaman agama yang sempit, fanatisme kedaerahan, rendahnya penghargaan terhadap keberagaman, lemahnya keteladanan pemimpin, hingga dampak negatif globalisasi dan media sosial.

“Empat Pilar harus menjadi pegangan bersama agar masyarakat tidak mudah terpecah. Buku panduan Empat Pilar ini jangan hanya disimpan, tetapi dimanfaatkan dan dibagikan, karena sangat dibutuhkan pelajar dan mahasiswa,” pesannya.

Dorongan Peran Perempuan Jaga NKRI

Plt Bupati Ponorogo Hj. Lidyarita mengingatkan bahaya hoaks dan pengaruh global yang dapat menggerus nasionalisme. Ia menekankan pentingnya literasi digital, toleransi, serta etika bermedia sosial.

“Empat Pilar Kebangsaan menjadi filter dalam menyikapi informasi di era digital. Kami mengapresiasi peran Aisyiyah yang konsisten berkontribusi di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Dra. Mardiana Indraswati menyoroti pentingnya penguatan kesadaran kebangsaan, khususnya di kalangan generasi muda. Ia juga menyinggung implementasi ekonomi kerakyatan sesuai Pasal 33 UUD 1945 serta tantangan korupsi.

“Dengan potensi pertanian dan sumber daya manusia yang dimiliki Ponorogo, serta kepemimpinan perempuan yang kuat, saya berharap Aisyiyah terus berperan aktif membangun masyarakat yang bersih, berdaya, dan berkarakter kebangsaan,” pungkasnya.(ms_*) 

• sumber : mediaponorogo


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar