Untuk Pasang Iklan disini, silahkan hubungi kami di : 0895-0204-5858 (WA / admin : Den Mas) - Kujungi juga Channel YouTube kami : www.youtube.com/c/NetizenWord --- IG : netizenword --- Tik Tok : Netizen Word

Pergolakan Roma & Ambal Pasca Penangkapan Pangeran Diponegoro

Makam K.R.A.A. Poerbanegara.

Batas Kebumen - Purworejo dengan Yogyakarta dan Magelang pada perang Diponegoro hanya berupa pegunungan Menoreh yang membentang sampai pegunungan Serayu selatan kecuali jalur selatan Urut Sewu yang membentang dari Imogiri, Bagelen Ambal sampai Karang Bolong yang masuk wilayah Kadipaten Roma kala itu dan dikenal dengan jalan Diponegoro.

Jalan penghubung Purworejo-Magelang sendiri baru terwujud pada tahun 1920 setelah bagian tanjakan yang sangat tajam di daerah Margoyoso dapat diatasi. Adapun jalur Wates-Purworejo baru rampung setelah jembatan baru yang melintasi Kali Bogowonto di dekat Cangkrep dibangun pada tahun 1930 oleh insinyur Roosseno Soerjohadikoesoemo, lulusan awal TH Bandung, Sebelumnya  orang harus menyeberangi Kali Bogowonto dengan rakit di dekat Purwodadi.

Pada saat itu di barat daerah Kebumen telah berdiri Kabupaten Roma (1543) sejak era Pajang dengan pusatnya di Jatinegara. Kata 'Roma' berasal dari bahasa Sundareuma, yang artinya Ladang yang terbentuk setelah hutan asli ditebang. Setelah penguasa berganti dari 'timur' (Mataram) maka nama Roma diucapkan 'Romo'. 

Manakala bupati Purworejo Raden Adipati Harya Cakranegara 1 (1831-1856) dan bupati Panjer Roma Arungbinang 1V (1833-1861) diambil oleh Belanda dari Surakarta dan diangkat sbg bupati untuk menghadapi pemberontakan Diponegoro, maka Bupati Roma K.RT. Kertanegara 1V justru berpihak pada Pangeran Diponegoro yang kemudian diangkat sebagai panglima perang Diponegoro dengan gelar Senopati Banyak Wide.

Bersama Kyai Muhammad Syafi’i (adik ipar Dipanegara) dari Brangkal, RM. Arya Mangunprawira (adik Pangeran Dipanegara dari selir Mas Ageng Tingkir) dan RM. Jayaprana (adik sepupu Pangeran Dipanegara/putra Pangeran Arya Murdaningrat), Senopati Banyak Wide melakukan penyerangan bersama terhadap Belanda di Wilayah Roma (sekarang masuk dukuh di desa Kalibeji Kec. Sempor).

Pada tanggal 18 April 1829 Tumenggung Banyak Wide (Tumenggung Kartanegara IV) tertangkap di daerah Kemit oleh Mayor Buschkens. Untuk memutus hubungan dengan para pendukungnya, beliau diasingkan ke Ternate. Setelah bertambah usia dan semakin renta, maka atas  permohonan keluarga yang bersangkutan diizinkan kembali ke Jawa, dan bertempat tinggal di Pejagoan di barat Kebumen, di seberang Kali Lukulo. Ketika meninggal, jenazah dimakamkan di Pekuncen di utara Gombong.

Adik-adik Diponegoro, RM. Arya Mangunprawira dan RM. Arya Jayaprana serta Kyai Muhammad Syafi'i juga tertangkap di desa Brangkal. Setelah dianggap tidak membahayakan lagi, RM. Arya Mangunprawira diangkat sebagai Pembantu Kolektur di Muntilan sedangkan RM Arya Jayaprana dijadikan pegawai pengadilan di Purworejo. 

Pasca penangkapan Pangeran Diponegoro (28 Maret 1830) di keduaman Jendral Markus De Kock seorang Bupati Nayaka dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yaitu Kanjeng Raden Adipati Purwodiningrat (Mayor Tumenggung Sindunegoro) ditugaskan sebagai Bupati Roma (sekarang di wilayah Pasar Wanakriya) dengan tugas pemulihan stabililitas keamanan pasca perang Diponegoro.

Dengan mengerahkan pasukan yang terbagi dalam empat kelompok besar yang dipusatkan di Kenteng Kemit, Petanahan, dan dua wilayah lainnya. Tumenggung Mayor Sindunegara dengan dibantu Bupati Anom R.T. Koesoemoredjo dari Yogtakarta bekerjasama dengan Belanda yang bermarkas di benteng pertahanan Fort General Cochius kondisi keamanan dapat dipulihkan kembali dan penarikan pajak(upeti) kembali dilakukan.

Selain itu untuk memutus hubungan para pengikut Diponegoro di jalur selatan dan mengatasi para kecu dan begal yang mengganas dengan merampas bulu bekti tang akan disetor ke Keraton, maka dibentuklah  Kabupaten Ambal yang mencakup daerah Urutsewu yang memanjang lebih dari 60 kilometer dari Congot sampai Karangbolong dengan ibukotanya betada di tengah-tengahnya daerah Ambalresmi.

Sri Sultan berpendapat bahwa kelak orang yang akan ditempatkan sebagai pimpinan daerah Ambal dan Roma selanjutnta sebaiknya para adik Dipenogoro yaitu R.M. Semedi alias R.M. Mangoenprawira dan R.M. Abdoeldjalil alias R.M. Djajaprana. Kedua-duanya masih dalam tahanan. Belanda dapat menyetujuinya setelah dijinakkan lewat pengalaman birokrasi kolonual.

Dengan istilah Inggris sekarang, debriefed dan conditioned. R.M Mangoenprawira diserahkan kepada Bupati Magelang, R. Adipati Danoeningrat, dan R.M. Djajaprana diserahkan kapada Bupati Purworejo, R. Adipati Tjokranegara I. Yang penting, mereka jangan sampai menjalin hubungan dengan orang banyak. 

Setelah kelihatan dapat memenuhi apa yang diharapkan, R.M. Mangoenprawira diangkat jadi pembantu kolektur (hulpcollecteur, pengumpul pajak) di Muntilan, dan R.M. Djajaprana diangkat jadi anggota Landraad  (Pengadilan Negeri) Purworejo. 

Setelah dinilai ada kemajuan, jabatannya naik. R.M. Mangoenprawira jadi collecteur di Kebumen, di bawah pengawasn Bupati Kebumen, R. Adipati Aroeng Binang IV, sedang R.M. Djajaprana ketika jabatan beskal (fiscaal, sekarang jaksa) lowong, diangkat untuk menduduki tempat itu..

Kala itu Tumenggung Mayor Sindunegoro di Kabupaten Roma membawa serta keluarganya dari Yogyakarta, salah satunya istri beliau yang bernama Nyai Ajeng Cempoko dan salah seorang putranya yaitu Raden Kromoleksono yang mendapatkan tanah perdikan di sebelah selatan Gombong, dan mendirikan Kademangan Kuwaru di daerah Kuwarasan.

Pada tahun 1838 warga kabupaten Roma dan Ambal berontak kembali melawan Kasultanan Yogyakarta yang pada saat itu pro kepada Belanda. Pemberontakan Roma dipimpin langsung oleh Demang Kuwaru Kyai Kromoleksono putra Tumenggung Mayor Sindunegoro dan pemberontakan Ambal dipimpin oleh Mbah Begal Puja Gamawijaya.

Kedua pemberontakan tersebut mengakibatkan Bupati Roma Tumenggung Mayor Sindunegoro melarikan diri ke Yogyakarta melaporkan kasus tersebut kepada Sri Sultan. Adapun Bupati Panjer Arungbinang 1V melarikan diri ke Kutowinangun meminta bantuan pasukan Belanda dari Purworejo.

Setelah sempat ditahan Belanda dan dibuang ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pemberontakan Roma berakhir dengan pejanjian bersyarat dari Kyai Kromoleksono dimana pemerintahan kolonial di Roma dikemudian hari tidak boleh memperlakukan anak cucu dan keturunannya dengan sewenang-wenang.

Adapun di Ambal pemberotakan dipimpin oleh Mbah Begal Puja Gamawijaya atas ajakan dari Kramaparwo, seorang mantan pengikut Diponegoro dari Selang untuk memberontak kepada Arung Binang 1V. Sebelumnya Puja Gamawijaya sering mengadang bulu bekti (upeti) dari Pamajegan yang akan dikirim ke Mataram dari jalur selatan dan membagikannya kepada rakyat kecil atau dimakan bersama para masyarakat sebagai bentuk protes terhadap Keraton yang dianggap pro Belanda.

Selama Ngraman, Gamawijaya memang menyulitkan pihak Kompeni. Mereka selalu gagal menangkap Gamawijaya karena kesaktiannya yang kebal terhadap peluru. Juga karena tempat persembuyiannya yang sulit dilacak karena dibantu ditutup oleh masyarakat setempat.

Sang Sultan Mataram kemudian mengutus Pangeran Balitar agar menangkap Puja Gamawijaya. Tetapi Pangeran Balitar tidak berhasil menangkapnya. Kangjeng Gupermen akhurnya mengumumkan sayembara barang siapa dapat menangkap brandal Puja Gamawijaya akan mendapat hadiah yang besar (diangkat sebagai penguasa Ambal) namun ternyata tidak ada yang berani mengikuti sayembara itu. 

Adalah RM. Semadi atau RM Mangunprawira, adik Pangeran Diponegoro yang pernah ditahan dan dijinakkan Belanda dan dinaikkan pangkatnya naik dari ordenans menjadi kolektur di Kebumen berniat mengikuti sayembara itu. Dia kemudian berbicara dengan Lurah Desa Sijeruk, Wargantaka dan putranya Andaga. Wargantaka dan Puja adalah saudara seperguruan. Mereka sama-sama berguru pada Gamawikangka. 

Berkat kerjasama itu, rahasia kekuatan dan kelemahan Puja akhirnya bisa diketahui Mangunprawira. Kelemahan Gamawijaya ada pada selendang yang berada di kaki sebelah kiri. Maka apabila ingin mengalahkan Gamawijaya syaratnya harus bisa membuka selendang yang menutupi kakinya itu. 

Dengan bersusah payah RM Mangunprawira berupaya agar selendang yang dipakai sang begal ini bisa dilepas. Dengan banyak cara selendang yang dipakai untuk tali di badan akhirnya terbuka dan kaki sebelah kiri Gamawijaya bisa dipatahkan oleh Mangunprawira. Peristiwa ini konon terjadi di dukuh Jeblog desa Ambal Komolo.

Bahkan karena Gamawijaya ini dianggap mempunyai kekuatan lebih, oleh Mangunprawira  tubuhnya dipotong-potong. Kepalanya ditanam di Pasar Bocor, Bulus Pesantren, dan pada bagian tubuhnya ditanam di alun-alun Kebumen untuk dipertontonkan kepafa rakyat agar tidak mengikuti jejaknya.

Dari keberhasilanya membunuh Gamawijaya dan memenangkan sayembara  maka RM Mangunprawira  mendapat hadiah duangkat sebagai Adipati Ambal dan mendapat gelar  K.R.A.A. Poerbanegara. Media Surat Kabar Samarangsch advertentie-blad bertanggal 07 April 1854 memberikan sebuah berita singkat mengenai Poerbanegara sebagai berikut :

“Bij besluit van Zijne Excellentie den Gouverneur—Generaal van Nederlaindsche-Indie van 20 Maart 1854 no. 10, is aan den regent van Ambal (resid., Bagelen), radhen toemengoong Poerbo Negoro, toegekend de rang en titel van Adhipati”


Terjemahan bebas

“Dengan keputusan Yang Mulia, Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 20 Maret 1854 No. 10, bupati Ambal (Karesidenan Bagelen) Raden Toemenggoeng Poerbo Negoro, diberi pangkat dan gelar Adhipati”

Adapun saudaranya, RM. Arya Jayaprana diangkat sebagai Bupati di Kadipaten Roma dan bergelar Kanjeng Raden Adipati Jayadiningrat dengan persyaratan Belanda tidak boleh secara langsung memerintah rakyat. Semua perintah harus atas persetujuan dan melalui RM Arya Jayaprana dan pangkat Bupati Jayaprana tidak di bawah Residen, melainkan sederajat. Syarat-syarat tersebut disetujui Belanda asal kabupaten Roma menjadi tenteram. 

Adapun Nyai Adjeng Tjempoko sepeninggal suaminya ke Yogyakarta lebih memilih tinggal bersama puteranya, Raden Demang Kromoleksono di Kuwaru sampai beliau meninggal. Kemudian Nyai Adjeng Tjempoko dimakamkan di TPU Keputihan Kuwaru dengan keturunannya, pengawal, dan juga para abdi setianya. 

Kemudian kompleks makam Nyai Adjeng Tjempaka beserta keturunannya itu menjadi salah satu Pepunden Desa yang dikeramatkan di Desa Kuwaru, dan pamor Mbah Cempaka malahan lebih terkenal di Desa Kuwaru daripada puteranya yang sebagai Demang Pertama pendiri desa, hal tersebut dikarenakan adanya orang- orang yang sering ngalap berkah ke makam Mbah Cempaka dan kemudian ditemui oleh sosok beliau hingga akhirnya berita tersebut tersebar sampai turun-temurun.

Selain Mbah Cempaka, sosok lain yg berpengaruh pada awal berdirinya Desa Kuwaru adalah Mbah Singabraja (Makam di kiri jalan Kuwaru - Banjareja, dekat perbatasan dengan Desa Gumawang), Mbah Paku Jati (Makam di Dukuh Karang Kobar), Mbah Sutawirya dan Mbah Sarahjaya (Makam di TPU Keputihan), Selain itu di TPU Keputihan juga terdapat makam panjang yang merupakan kuburan pusaka dan tombak para prajurit Keraton Yogyakarta yang gugur dibawah pimpinan seorang penewu bernama Mbah Tanubraja.

Menurut penuturan R.Ngt. Warsinah Hardjosuprapto, salah satu sesepuh desa yang masih keturunan dari pendiri Desa Kuwaru, asal nama Kuwaru diambil oleh R. Demang Kramaleksana dari nama sebuah pohon tua keramat, yaitu Pohon Waru ( Hibiscus Tiliaceus ) yang tumbuh pada kedua sisi petilasan Joko Sangkrib/Arungbinang 1 di Pantai Brecong, Buluspesantren.

Adapun Bupati Ambal RM. Purbanegara yang rencananya akan dimakamkan di Gentan akhirnya dimakamkan di Benerwetan di sebual areal pemakaman yang bertuliskam “Makam KRAA Poerbonegoro (Bupati Ambal Th 1830-1871). Wafat 7 Maret 1871. Kasowak 17 Maret 1872”. Tertulis di sebuah batu (semacam prasasti) yang tergeletak di nisan KRAT. Poerbonegoro sebuah tulisan dengan aksara Jawa kawi yang berbunyi, “Seda Setu Legi 7 Maret 1871, Suwaking Nagari 17 Maret 1872”.(**)




(Dari berbagai sumber)

Dikunjungi :



Name

Aceh,1,Air Terjun Coban Drajat,1,Artikel,62,Baksos,20,Bali,11,Balikpapan,1,Balon Laka - Lantas,3,Balon Lebaran,2,Balon Udara,5,Bangkalan,13,Bansos,1,Banten,2,Banyuwangi,23,Batu Pirus,1,Baznas,1,Bekasi,2,Bendungan Bendo,1,Berita,265,Bhayangkari,11,Binrohtal,1,Blitar,11,Blora,1,BLT DD,1,Bojonegoro,11,Bondowoso,11,BPD,1,Brebes,1,Brimob,1,Budaya,2,Bukit Soeharto,1,Burung Langka,1,Cegah Covid-19,139,Cerita Bermakna,21,Cirebon,3,CPNS,1,Cuaca,14,Daftar Raja - Raja Majapahit,1,DAMRI,1,Dana Desa 2020,3,Dana Desa 2021,1,Daya Spiritual,5,Demak,1,Desa Bancar,3,Desa Gondowido,1,Desa Koripan,1,Desa Membangun,1,Desa Nongkodono,1,Dewan,36,Dinas Perkim,1,DPR RI,1,DPRD,1,Dunia Spiritual,7,Ekonomi,34,Erupsi Semeru,9,Fenomena Alam,7,Giat,309,GPDRR,1,Gresik,31,H. Ipong Muchlissoni,2,Hari Santri,1,Hj. Sri Wahyuni,3,Hukum,1,INCAR,1,Info kesehatan,23,IPHI,1,IPSI,1,Iptek,9,Jakarta,19,Jatim,139,Javanese Spiritual,12,Jawa Barat,1,Jawa Tengah,2,Jejak Spiritual,11,Jember,19,Jombang,7,JTI,1,Kabar-kabari,3,Kabupaten ODF,1,Kampung Kertoembo,1,Kampung Pancasila,1,Kampung Tangguh Semeru,4,Kamtibmas,1,Kapolri,126,Kasus,112,Kebakaran,1,Kebangsaan,1,Kediri,11,Kediri Kota,5,Keris,9,Kesehatan,5,Kodim 0802/Ponorogo,24,Kodim 0803/Madiun,1,Konawe Sulawesi Tenggara,1,KOTEKA,1,KPU,1,Kue Klepon,1,Kuliner,9,Kunker,1,Laka - Lantas,15,Lamongan,14,Lasmini,1,Lebaran 2022,8,Lumajang,21,Madiun,61,Madiun Kota,16,Magetan,12,Malang,24,Malang Kota,16,Maluku,1,Media Siber,1,Mitos - Mistik,12,Mobil Covid Hunter,1,Mojokerto,21,Mojokerto Kota,7,Mudik 2022,7,Narkoba,20,Nataru,1,Nawacita,2,Nganjuk,12,Ngawi,20,NTB,2,NTT,2,Olah raga,11,Operasi Patuh,1,Operasi Zebra,7,Ops Ketupat,1,Ops Lilin,4,Ops Semeru,1,Ops Yustisi,20,Orang Meninggal,14,Outomotif,1,Pacitan,9,Palembang,1,Pamekasan,10,Papua,4,Partai NasDem,2,Pasuruan,14,Pekanbaru,5,Pembangunan,6,Pemerintahan,1,Pendidikan,13,Penemuan,7,Peristiwa,101,Pertanian,7,Pesona Indonesiaku,30,Photo News,1,Pilkada,15,Pilkades,6,PKS Ponorogo,1,Polda Jatim,146,Polda NTB,1,Polres,185,Polres Batu,26,Polres Madiun,8,Polres Madiun Kota,59,Polres Magetan,1,Polres Malang,2,Polres Nganjuk,2,Polres Ngawi,38,Polres Ponorogo,266,Polres Sukorejo,1,Polres Sumenep,1,Polresta,2,Polri,447,Polsej Padas,1,Polsek Babadan,4,Polsek Badegan,3,Polsek Balong,2,Polsek Bungkal,4,Polsek Jambon,3,Polsek Jiwan,2,Polsek Jogorogo,2,Polsek Karangjati,2,Polsek Kartoharjo,2,Polsek Kauman,2,Polsek Kedunggalar,2,Polsek Mlarak,5,Polsek Ngerambe,1,Polsek Ngrambe,9,Polsek Ngrayun,6,Polsek Pangkur,1,Polsek Paron,3,Polsek Pitu,1,Polsek Ponorogo,6,Polsek Pulung,11,Polsek Sambit,1,Polsek Sampung,2,Polsek Sawahan,1,Polsek Sawoo,2,Polsek Siman,14,Polsek Sine,1,Polsek Slahung,6,Polsek Sooko,19,Polsek Sukorejo,13,Polsek Sumoroto,3,Polsek Taman,1,Polsek Widodaren,1,Polwan,2,Ponorogo,306,PPWI,1,Presiden Joko Widodo,5,Probolinggo,20,Program PTSL,1,PSHT,7,PSHT Pusat Madiun,2,Publik,23,Puncak Jaya,192,Rekor MURI,1,Religi,12,Resnarkoba,1,Reyog,2,Riau,3,S.Sos,1,Sampang,11,Satlantas,23,Satpol PP,3,Sejarah,145,Sidoarjo,13,Situbondo,7,SMKN 2 Ponorogo,1,Srambang Park,2,Sugiri Sancoko,1,Sumatera Selatan,1,Sumenep,8,Surabaya,50,Tanaman Bermanfaat,30,Tips Bermanfaat,7,TNI,94,Tokoh,43,TP PKK,13,Tradisi,8,Trenggalek,5,Tuban,4,Tulungagung,9,Umum,10,UNESCO,1,Vaksinasi,110,Virus Corona,20,Waduk Bendo,1,Wayang,7,Wisata Daerah,61,Wisata Religi,18,
ltr
item
Netizen Word: Pergolakan Roma & Ambal Pasca Penangkapan Pangeran Diponegoro
Pergolakan Roma & Ambal Pasca Penangkapan Pangeran Diponegoro
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3Q5hMRn0b0iXpOicbv6QXUnKsVehzmb7P7kE5PrZ96rLl1NWGjzg3MT5Vm1IcfmSYZNRtyDEmMXjAFkyQw0weC_brRDUj0jLONs_Q3LYX1Ql0o7UlwdypL4DHLHGmswDn1dUXyGjc37jIRNrNUomJIplQD7Zd8qp8TCwq077UdXpNDm9tm6H_ztSsQw/s320/IMG-20220510-WA0003.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3Q5hMRn0b0iXpOicbv6QXUnKsVehzmb7P7kE5PrZ96rLl1NWGjzg3MT5Vm1IcfmSYZNRtyDEmMXjAFkyQw0weC_brRDUj0jLONs_Q3LYX1Ql0o7UlwdypL4DHLHGmswDn1dUXyGjc37jIRNrNUomJIplQD7Zd8qp8TCwq077UdXpNDm9tm6H_ztSsQw/s72-c/IMG-20220510-WA0003.jpg
Netizen Word
http://www.netizenword.com/2022/05/pergolakan-roma-ambal-pasca-penangkapan.html
http://www.netizenword.com/
http://www.netizenword.com/
http://www.netizenword.com/2022/05/pergolakan-roma-ambal-pasca-penangkapan.html
true
1914908294925827969
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy