Portal News - NETIZENWORD.com. Berbagi informasi, tentang : sejarah, budaya, spiritual, wisata daerah, peristiwa dan informasi publik, berkontribusi sebagai Media Warga, untuk memberikan informasi dari berbagai peristiwa, kegiatan, baik daerah maupun nasional

Misteri Tentang Pemindahan Singgasana Ratu Bilqis


Berkata Nabi Sulaiman : "Hai pembesar - pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya (bilqis) kepadaku, sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri". Berkata "Ifrit" (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya".

Kemudian Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari al-Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". (QS. An Naml (27): 38-40).

Pemindahan singgasana Ratu Balqis dari Negeri Saba ke Palestina di masa Nabi Sulaiman, bisa dikategorikan fenomena teleportasi kuantum, yakni suatu proses pemindahan materi dengan memanfaatkan fluktuasi ruang tanpa kenal jarak.

Bagi sebagian besar umat Islam yang belum mengetahui fakta sains ini, masih menganggap dan berkeyakinan bahwa peristiwa ini terjadi secara ghaib bin ajaib, sehingga mereka tidak kepikiran untuk menggali lebih lanjut isyarat ilmu pengetahuan dan teknologi tingkat tinggi yang tersirat dalam ayat-ayat tersebut di atas.

Biasanya merujuk pada tafsir Ibnu Katsir yang menjelaskan bahwa proses pemindahan singgasana Ratu Bilqis tersebut terjadi berkat doa salah seorang pengikut Nabi Sulaiman. Menurut hadist riwayat Ibnu "Abbas", orang ini bernama Ashaf bin Barkhiya. Ia adalah sahabat sekaligus sekretaris pribadi Nabi Sulaiman yang sangat terpercaya dan menguasai ilmu pengetahuan yang bersumber dari al-Kitab.

Dikatakan di dalam tafsir tersebut, sama sekali tidak ada tindakan apa-apa dari pengikut Nabi Sulaiman bernama Ashaf tersebut, selain berwudhu lalu berdoa kepada Allah, dan kemudian secara ghaib dan tiba-tiba Allah pun mengabulkannya dan memindahkan singgasana Ratu Bilqis tersebut dalam waktu sekejap mata.

Penafsiran ini mengandung sejumlah kejanggalan karena merujuk pada cerita israiliyyat yang mengandung tipu daya dan kebohongan Yahudi yang menginginkan agar umat Islam tidak isyarat sains pada ayat tersebut serta tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya.


Secara logika berapa lama waktu yang dibutuhkan antara seorang bernama Ashaf ini mulai berdoa hingga dikabulkan oleh Allah ? Apakah bisa ia melakukannya dalam waktu kurang dari sekedipan mata ? Jangan-jangan belum lagi Ashaf ini mulai berdoa, jin ’Ifrit sudah membawa singgasana Ratu Bilqis di hadapan Nabi Sulaiman.

Pertama, jika yang dikerjakan oleh seorang bernama Ashaf ini hanya berdoa memohon kepada Allah, apakah pantas ia berkata atau memberi jaminan kepada Nabi Sulaiman bahwa;ia akan membawa singgasana itu kepada Nabi Sulaiman sebelum mata Nabi Sulaiman berkedip ? Seolah ia mengetahui bahwa Allah SWT pasti akan mengabulkan doanya persis seperti apa yang ia janjikan atau jaminkan kepada Nabi Sulaiman.

Kedua, jika memang benar upaya yang dilakukan oleh orang bernama Ashaf ini hanya berdoa memohon kepada Allah untuk memindahkan singgasana Ratu Bilqis dalam waktu sekejap mata, siapakah sebenarnya yang lebih dekat dan lebih mulia di sisi Allah di antara mereka ? Bukankah yang paling mulia dan paling dekat dengan Allah SWT di antara mereka tentunya adalah Nabi Sulaiman sendiri ?
Jika upaya yang dilakukan hanya sekedar berdoa saja, tentunya Nabi Sulaiman bisa melakukannya sendiri, karena justru beliaulah orang yang paling berhak untuk melakukannya dan paling makbul doanya untuk didengar dan dikabulkan oleh Allah.

Lalu mengapa Nabi Sulaiman harus menggantungkannya kepada orang lain ? Fakta yang telah disyaratkan Al-Qur’an adalah "Ifrit" dari golongan jin mampu memindahkan singgasana itu karena mengandalkan kekuatan tidak kasat matanya, sementara manusia yang jauh lebih lemah ternyata mampu memindahkannya dengan cara yang jauh lebih cepat lagi, yaitu hanya dalam waktu sekejap mata.

Dengan cara apakah manusia atau seorang bernama Ashaf ini mampu memindahkannya? Jawabannya tentu saja dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya karena bukankah telah diisyaratkan di dalam Al-Qur’an bahwa kemampuan Ashaf ini diperoleh karena ia memiliki ilmu dari al-Kitab.
Menurut sebagian penafsir, bahwa al-Kitab yang dimaksud adalah kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa dan kitab Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud.

Namun penafsir lainnya menyebutkan bahwa yang dimaksud al-Kitab tersebut adalah manuskrip ilmu pengetahuan yang diwariskan oleh kedua nabi tersebut.
Selama tinggal di istana Fir’aun, dari kecil hingga dewasa, Nabi Musa banyak mempelajari manuskrip-manuskrip kuno milik bangsa Mesir kuno yang berisi catatan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tingkat tinggi yang telah berhasil dicapai oleh umat manusia di masa lampau, seperti mungkin teknologi pembangunan piramid dan juga teknologi kelistrikan yang konon kabarnya telah berhasil dicapai oleh bangsa Mesir kuno.

Begitu pula dengan Nabi Daud. Ia juga adalah seorang yang sangat cerdas dan mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi tinggi, terutama dalam bidang metalurgi atau pengolahan logam.

Para ilmuwan modern menganggap peristiwa pemindahan singgasana Ratu Bilqis dalam waktu sekejap mata adalah masalah sains dan teknologi yang bisa dikategorikan sebagai fenomena teleportasi kuantum, yakni suatu proses pemindahan materi dengan memanfaatkan fluktuasi ruang tanpa kenal jarak.


Secara konsep ilmu fisika, pemindahan materi dari jarak jauh dalam waktu sekejap adalah sesuatu yang sangat mungkin terjadi. Pemindahan materi melalui proses dematerialisasi yang merambat dengan laju gelombang elektromagnetik yang sangat cepat yang menurut relativitas khusus Einstein, dengan laju cahaya sebesar 299.792.458 m/s.

Pada prinsipnya, teleportasi sendiri adalah mentransfer satu materi dari satu titik ke titik lainnya.

Dimana obyek yang akan dipindahkan lebih dulu di-scanning untuk mengekstrak seluruh informasi atom-atom penyusunnya sebelum dilakukan proses dematerialisasi atau penguraian, dan kemudian informasi detil dari konfigurasi atom yang telah diekstrak ini ditransmisikan atau dikirimkan ke lokasi yang berbeda dalam bentuk gelombang untuk direkonstruksi kembali.

Dengan cara seperti ini, maka jarak dan waktu tidak lagi mempengaruhi perjalanan atau perpindahan obyek tersebut, atau dengan kata lain proses ini tidak membutuhkan waktu tempuh dan tidak dipengaruhi oleh berapa pun jauhnya jarak antara kedua tempat tersebut.

Hal itu terjadi karena pada saat proses dematerialisasi terjadi di suatu titik, maka secara bersamaan di titik tujuannya tengah terjadi proses rekonstruksi kembali.

Jadi proses dematerialisasi dan rekonstruksi itu terjadi secara bersamaan. Tapi saat disusun kembali, materi yang digunakan mungkin bukan berasal dari yang aslinya, melainkan replikanya yang berasal dari atom-atom yang memiliki sifat serupa, yang secara sama persis menyusun kembali sesuai dengan bentuk aslinya.

Apabila kita cermati secara lebih teliti kisah pemindahan singgasana Ratu Bilqis yang terdapat dalam Al-Qur’an, proses teleportasi yang dilakukan oleh Ashaf bin Barkhiya sendiri ternyata juga tidak berlangsung secara sempurna pada saat penyusunan atau rekonstruksi kembali atom-atom singgasana Ratu Bilqis.

Isyarat ini terbaca dari perkataan Nabi Sulaiman dalam surat An Naml ayat 41 - 42. Dia berkata : "Robahlah baginya singgasananya, maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya)".

Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: "Serupa inikah singgasanamu?" Dia menjawab: "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku..." (QS. An Naml (27) : 41-42).

Nabi Sulaiman ternyata memerintahkan untuk mengubah atau sedikit memodifikasi singgasana Ratu Bilqis setelah beliau menyaksikan sendiri bagaimana singgasana itu berhasil dipindahkan dalam waktu hanya sekejap mata lewat proses teleportasi. Dikatakan "sedikit" dimodifikasi dan bukannya dirubah total adalah karena pada ayat berikutnya, Ratu Bilqis ternyata masih "sedikit" mengenali singgasananya.

Hal itu terjadi salah satunya karena pemetaan posisi atom-atom secara tepat memang belum bisa dilakukan karena bertentangan dengan Hukum Ketidakpastian Heisenberg (Heisenberg Uncertainty Principle) dalam mekanika quantum, yang menghalangi segala bentuk pengukuran atau proses scanning terhadap semua informasi yang diekstraksi dari sebuah atom atau obyek.

Berdasarkan prinsip-prinsip yang diformulasikan pada tahun 1927 oleh fisikawan Jerman bernama Werner Heisenberg tersebut adalah tidak mungkin untuk menetapkan secara bersamaan posisi dan momentum sebuah partikel, seperti sebuah elektron misalnya, secara persis. Sehingga semakin akurat penentuan sebuah partikel maka akan semakin menghasilkan suatu ketidakpersisan dalam pengukurannya.

Jadi makin akurat sebuah obyek di-scanning, semakin ia "terganggu" oleh proses scanning tersebut.

Jadi makin kita ingin mengetahui secara persis posisi yang sebenarnya dari lokasi sebuah atom, maka semakin "terganggu" dan tidak pasti dimana atom tersebut berada, sehingga akhirnya kita tidak dapat mengekstrak cukup informasi penyusun dari suatu obyek untuk dibuat replikanya.

Berdasarkan prinsip tersebut maka untuk membuat replika yang sama persis dari suatu obyek yang pertikel terkecilnya telah diuraikan tak akan pernah bisa disusun kembali.

Selain teori diatas ada alternatif teori yang agak sedikit berbeda dari penjelasan mengenai proses teleportasi yang sudah dijelaskan sebelumnya, dan sepertinya tidak bertentangan dengan Hukum Ketidakpastian Heisenberg.

Jadi, proses teleportasi itu mungkin sebenarnya bukanlah dengan cara di-scan untuk memetakan posisi atom-atom suatu obyek, lalu dipecah (dematerialisasi), ditransfer ke lokasi berbeda dalam bentuk gelombang, dan kemudian disusun kembali replikanya di tempat yang baru, melainkan adalah dengan cara mengkondisikan suatu obyek yang akan dipindahkan sehingga terbebas dari pengaruh efek ruang (dimensi), ini mungkin bisa dijelaskan lewat Teori Penyatuan Medan atau Teori Relativitas.

Misalnya dengan melingkupi obyek teleportasi (terpapar) dengan medan elektromagnetik yang sangat kuat sehingga obyek tersebut dapat menembus ruang antar dimensi, lalu dengan menentukan semacam titik perpotongan atau menyatukan antara koordinat lokasi obyek semula dengan lokasi yang baru menjadi satu titik – hal ini bisa dilakukan dengan cara “melengkungkan” dimensi ruang, maka obyek tersebut pun bisa dipindahkan tanpa harus memecah dan menyusun kembali atom-atomnya.

Prinsip kerjanya sama seperti mesin waktu, hanya saja jika mesin waktu bekerja dengan mempengaruhi ruang-waktu, maka teleportasi hanya ruang saja.
Fakta tentang peristiwa pemindahan singgasana Ratu Bilqis lewat cara teleportasi secara tidak langsung menunjukkan bahwa umat di zaman Nabi Sulaiman telah mengenal atau bahkan mungkin telah berhasil memecahkan rumus persamaan Teori Penyatuan Medan, dan berhasil mengaplikasikan teori tersebut ke dalam bentuk teknologi tepat guna.
Penguasaan akan pengetahuan mengenai Teori Penyatuan Medan ini akan membuat seseorang yang memilikinya tidak hanya mampu menaklukkan alam semesta dengan memanipulasi hukum-hukum fisika, tetapi juga mampu menguasai dan memperbudak bangsa jin yang berada di alam dimensi lain.

Wajar bila di tengah puncak kejayaannya, Nabi Sulaiman berdoa memohon kepada Allah agar kemampuan atau penguasaan ilmu pengetahuan yang dimilikinya itu tidak diberikan kepada siapa pun juga sepeninggalnya.

“Ia berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (QS. Shaad (38): 35).

Penelitian terkait teknologi teleportasi terus dilakukan oleh para ilmuwan dunia. Bermula dari seorang ahli fisika bernama Charles H. Bennet bersama sebuah tim peneliti yang berasal dari IBM, mengkonfirmasikan bahwa quantum teleportation secara prinsip dapat dilakukan, tapi dengan konsekuensi jika obyek aslinya musnah.

Di tahun 1998, sekelompok fisikawan dari California Institute of Technology (Caltech), bersama dua kelompok ilmuwan Eropa, mencoba kembali mewujudkan ide dari pihak IBM dengan kembali sukses menteleportasikan sebuah photon.

Para ilmuwan Caltech tersebut berhasil membaca struktur “atomik” dari sebuah photon, kemudian mengirimkan informasi melintasi kabel koaksial sepanjang 1 meter dan membuat replika dari photon itu di tempat yang baru.

Pada tahun 2002, para peneliti di Australian National University berhasil menteleportasikan seberkas sinar laser. Kemudian pada tanggal 4 Oktober 2006, Dr. Eugene Polzik bersama timnya telah berhasil menteleportasikan paket informasi dalam seberkas sinar laser ke dalam sebuah awan atom.

Menurut Polzik, eksperimen ini merupakan satu langkah maju, dikarenakan untuk pertama kalinya eksperimen teleportasi melibatkan dua objek berbeda, yakni cahaya dan materi, yakni satu membawa informasi dan satunya lagi sebagai medium perantara.

Berdasarkan kepada penelitian mutahir, di tahun 2014 sebuah grup di Belanda berhasil melakukan transfer sifat-sifat satu atom ke yang lainnya pada jarak lebih dari tiga meter.

Di samping itu, ada kelompok lain yang memakai partikel cahaya dalam melakukan transfer informasi sampai pada jarak lebih dari 100 kilometer.

Perkembangan terakhir penelitian terkait teknologi teleportasi terus dilakukan oleh para ilmuwan Rusia dengan dukungan pemerintah Rusia dalam mengembangkan teknologi ini hingga tahun 2035 dan menjadi bagian dari roadmap senilai 21 triliun dolar AS.
Seperti dilansir sidomi dot com, Rusia berencana menjadikan proyek ini untuk dijadikan landasan peluncuran dalam pengembangan teknologi yang dapat mendukung perekonomian setidaknya hingga 20 tahun mendatang. (*)






_____________
Sumber : Ari Subiakto, Misteri Pemindahan Singgasana Ratu Bilqis.

Jejak Spiritual$type=complex$count=4

Name

Artikel,62,Baksos,17,Balon Laka - Lantas,2,Balon Lebaran,2,Balon Udara,4,Berita,277,Bhayangkari,8,BPD,1,Budaya,1,Cegah Covid-19,135,Cerita Bermakna,19,Cirebon,2,CPNS,1,Cuaca,12,Dana Desa 2020,3,Dana Desa 2021,1,Daya Spiritual,5,Demak,1,Dewan,24,DPRD,1,Dunia Spiritual,6,Ekonomi,36,Fenomena Alam,7,Giat,311,Gresik,25,Info kesehatan,23,Iptek,8,Jatim,46,Javanese Spiritual,12,Jejak Spiritual,11,Jember,1,Kabar-kabari,3,Kabupaten ODF,1,Kampung Tangguh Semeru,4,Kasus,50,Kebakaran,1,Kebangsaan,1,Keris,9,Kesehatan,3,Kuliner,9,Kunker,1,Laka - Lantas,14,Lalu Lintas,2,Madiun,47,Magetan,4,Mitos - Mistik,12,Mobil Covid Hunter,1,Narkoba,11,Olah raga,3,Operasi Patuh,1,Operasi Zebra,1,Ops Yustisi,3,Orang Meninggal,13,Outomotif,1,Pacitan,1,Pekanbaru,5,Pembangunan,8,Pendidikan,9,Penemuan,5,Peristiwa,62,Pertanian,8,Pesona Indonesiaku,30,Photo News,1,Pilkada,17,PKS Ponorogo,1,Polda Jatim,6,Polres,139,Polri,323,Polsek Siman,1,Polsek Slahung,1,Polsek Sooko,1,Polsek Sukorejo,2,Ponorogo,295,Program PTSL,1,PSHT Pusat Madiun,1,Publik,24,Puncak Jaya,69,Religi,13,Reyog,1,Riau,3,Satpol PP,3,Sejarah,135,Sugiri Sancoko,1,Tanaman Bermanfaat,29,Tips Bermanfaat,8,TNI,72,Tokoh,42,TP PKK,12,Tradisi,8,Trenggalek,2,Umum,10,Virus Corona,20,Wayang,6,Wisata Daerah,48,Wisata Religi,16,
ltr
item
Netizen Word: Misteri Tentang Pemindahan Singgasana Ratu Bilqis
Misteri Tentang Pemindahan Singgasana Ratu Bilqis
https://1.bp.blogspot.com/-Wb5ITJES7g0/Xt7XldIEVWI/AAAAAAAAGT8/lIPAlo3IE5wgtsj5snHXHtZ-SeBx3QkMgCLcBGAsYHQ/s320/IMG-20200609-WA0004.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Wb5ITJES7g0/Xt7XldIEVWI/AAAAAAAAGT8/lIPAlo3IE5wgtsj5snHXHtZ-SeBx3QkMgCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20200609-WA0004.jpg
Netizen Word
http://www.netizenword.com/2020/06/misteri-tentang-pemindahan-singgasana.html
http://www.netizenword.com/
http://www.netizenword.com/
http://www.netizenword.com/2020/06/misteri-tentang-pemindahan-singgasana.html
true
1914908294925827969
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy