Portal News - NETIZENWORD.com. Berbagi informasi, tentang : sejarah, budaya, spiritual, wisata daerah, peristiwa dan informasi publik, berkontribusi sebagai Media Warga, untuk memberikan informasi dari berbagai peristiwa, kegiatan, baik daerah maupun nasional

Gambaran Orang Jawa Dulu Menurut Tome Pires

Menurut laporan para pelancong yang ke Nusantara sekitar abad pertengahan, orang-orang Jawa itu terlihat tangkas, berani, berstamina, dan percaya pada diri secara luar biasa. Mereka menguasai setiap jengkal dari tanahnya. Tak ada kekuatan asing yang bisa melecehkan kedaulatan tanah air mereka.

Tome Pires, dalam Suma Oriental menggambarkan orang Jawa sebagai berikut :

“Orang-orang Jawa adalah pemburu : mereka memiliki anjing (pemburu) yang berkalungkan emas dan perak. Orang-orang Jawa adalah sosok yang, kalau mereka mengirim surat sekali dan tidak mendapatkan balasan, tidak akan menulis lagi, meski itu sebenarnya penting bagi mereka, dan ini juga terjadi di kedutaan-kedutaan mereka ataupun yang sejenisnya. Orang-orang Jawa adalah pemberani dan siap untuk mati.

Mereka berjudi dengan taruhan tinggi, bahkan bisa mempertaruhkan anaknya sendiri."
"Di antara banyak bangsa di dunia, tak ada orang yang melakukan Amocos seperti orang-orang dari bangsa Jawa. Amocos berarti orang yang siap mati (orang yang ngamuk).

Beberapa orang di antara mereka melakukannya ketika sedang mabuk, dan itu biasa bagi masyarakat; tapi para ningrat umumnya memiliki kebiasaan untuk menantang satu sama lain untuk berduel sampai mati : dan ini ada tradisi setempat. Beberapa diantara mereka bunuh diri di punggung kuda, beberapa di kaki, tergantung apa yang mereka putuskan."

Permulaan abad ke 16, masyarakat Nusantara, khususnya di Pulau Jawa – untuk pertama kalinya dalam sejarah - mulai menyadari akan adanya Daulat manusia.

Kesadaran akan adanya Daulat manusia, membuat masyarakat percaya diri, memiliki harga diri dan martabat yang tinggi. Sampai tiba era Mataram, semua itupun runtuh. Sebagaimana disampaikan Rendra dalam pidato kebudayaannya, Megatruh :
"Sebelum ada Mataram, menurut laporan orang Portugis Jono de Barros, orang Jawa itu angkuh, berani, berbahaya dan pendendam. Kalau tersinggung perasaannya sedikit saja, terutama kalau disentuh kepala atau dahinya, terus mengamuk membalas dendam."

"Seorang Portugis yang lain, Diego de Couto melaporkan bahwa dia mengagumi kecakapan berlayar orang-orang Jawa, bahasa Jawa yang selalu berkembang dan punya aksara sendiri, namun mereka begitu angkuh sehingga menganggap bangsa lain lebih rendah.

Maka kalau orang Jawa lewat di jalan, dan melihat ada orang bangsa lain yang berdiri di onggokan tanah atau suatu tempat lain yang tinggi dari tanah tempat dia berjalan, apabila orang itu tidak segera turun dari tempat semacam itu, maka dia akan dibunuh oleh orang Jawa itu. Sebab dia tidak akan memperkenankan orang lain berdiri di tempat yang lebih tinggi.

"Orang Jawa juga tak akan mau menyunggi beban di atas kepalanya, biarpun dia diancam dengan ancaman maut. Mereka adalah pemberani dan penuh keyakinan diri dan hanya karena penghinaan kecil saja bisa melakukan amuk untuk balas dendam.

Dan meskipun dia telah ditusuk-tusuk dengan tombak sampai tembus, mereka akan terus merangsek maju sehingga dekat kepada lawannya."
Bagaimanapun ekstremnya gambaran itu, pada intinya orang-orang Jawa itu terlihat tangkas, berani, berstamina, dan percaya pada diri secara luar biasa.

Dan nyatanya di zaman kerajaan Demak dan Banten, saat kedua laporan itu ditulis, orang-orang Jawa menguasai setiap jengkal dari tanahnya. Tak ada kekuatan asing yang bisa melecehkan kedaulatan tanah air mereka.

Banten dan Demak bebas dari kekuasaan asing. Semarang dan Jepara menjadi tempat galangan kapal yang memprodusir kapal-kapal besar dan kecil dalam produktivitas yang tinggi. Arsitektur mengalami perkembangan yang besar. Atap Limasan, gandok, pringgitan dan pendopo joglo yang lebih besar diciptakan (sebelumnya pendopo itu kecil seperti gazebo).

Orkestrasi gamelan berkembang karena diciptakannya gambang penerus, bonang penerus, dan sebagainya.
Variasi kendang-kendangpun bertambah. Lalu tembang-tembang Mocopat muncul sebagai eksperimen baru.

Pertunjukan wayang kulit ditambah dengan kelir dan blencong. Santan dan minyak goreng ditemukan. Begitu pula krupuk, trasi dan penganan-penganan dari ketan bertambah variasinya. Masakan pepes dan kukus juga diketemukan.

Lalu soga untuk pewarna kain batik, genting dari tanah liat, dan baju yang berlengan dan berkancing. Semua itu tentu saja merupakan pengaruh asing. Barangkali pengaruh dari Cina dan Campa. Tetapi daya adaptasi dan mencerna rakyat terhadap unsur-unsur baru sangat kreatif.

Sayangnya, ketika Kesultanan Demak runtuh, dan nusantara memasuki era kolonialisme bangsa Eropa, semua deskripsi tentang kewibawaan, keberanian dan martabat orang Jawa itupun berangsur luruh.


Melalui sejumlah metode politik yang terapkannya, bangsa kolonial berhasil menundukkan raja-raja di nusantara, dan menjadikan mereka sebagai instrument politik untuk merenggut Daulat manusia dari rakyatnya.
Raja kembali menjadi hukum itu sendiri. Dan ironisnya, penyelewengan para raja ini justru dimulai oleh sanak keturunan Sultan Demak yang kemudian mendirikan Kerajaan Pajang dan Mataram.

Sebagaimana dikatakan Rendra:

"Sayang, begitu muncul Panembahan Senopati, rasa hormat pada daulat hukum itu dilecehkan.

Sultan bergelar Sayidin Panatagama, dan terus sampai kepada seluruh keturunannya, kefanatikan terhadap kekuasaan raja yang mutlak dan sentralisasi kekuasaan itu dipertahankan. Rakyat disebut kawula (abdi) dan bukan warganegara. Hidup rakyat tidak pasti. Inisiatif mereka mulai terbatas. Banyak larangan untuk ini dan itu.

Rakyat tak bisa mengontrol atau memberi tanggapan kepada kekuasaan. Maka daya hidup rakyat merosot. Yacob Couper, panglima tentara Belanda, menganggap daya tempur tentara Mataram sangat rendah. Sangat jauh dari deskripsi yang dilukiskan oleh Jono de Borros ataupun Diego de Couto.(*)





Sumber :
ganaislamika com

Jejak Spiritual$type=complex$count=4

Name

Artikel,62,Baksos,17,Balon Laka - Lantas,2,Balon Lebaran,2,Balon Udara,4,Bangkalan,1,Berita,276,Bhayangkari,8,BPD,1,Budaya,1,Cegah Covid-19,135,Cerita Bermakna,20,Cirebon,2,CPNS,1,Cuaca,12,Daftar Raja - Raja Majapahit,1,Dana Desa 2020,3,Dana Desa 2021,1,Daya Spiritual,5,Demak,1,Dewan,26,DPRD,1,Dunia Spiritual,6,Ekonomi,36,Fenomena Alam,7,Giat,311,Gresik,25,Info kesehatan,23,Iptek,8,Jatim,48,Javanese Spiritual,12,Jejak Spiritual,11,Jember,1,Kabar-kabari,3,Kabupaten ODF,1,Kampung Tangguh Semeru,4,Kasus,50,Kebakaran,1,Kebangsaan,1,Keris,9,Kesehatan,3,Kodim 0802/Ponorogo,2,Kuliner,9,Kunker,1,Laka - Lantas,14,Lalu Lintas,2,Madiun,48,Magetan,4,Mitos - Mistik,12,Mobil Covid Hunter,1,Narkoba,10,Olah raga,3,Operasi Patuh,1,Operasi Zebra,1,Ops Yustisi,3,Orang Meninggal,13,Outomotif,1,Pacitan,1,Pekanbaru,5,Pembangunan,8,Pendidikan,9,Penemuan,5,Peristiwa,62,Pertanian,8,Pesona Indonesiaku,30,Photo News,1,Pilkada,17,PKS Ponorogo,1,Polda Jatim,8,Polres,139,Polri,324,Polsek Siman,1,Polsek Slahung,1,Polsek Sooko,1,Polsek Sukorejo,2,Ponorogo,296,Program PTSL,1,PSHT Pusat Madiun,1,Publik,24,Puncak Jaya,69,Religi,13,Reyog,1,Riau,3,Satpol PP,3,Sejarah,136,Sugiri Sancoko,1,Sumenep,1,Tanaman Bermanfaat,29,Tips Bermanfaat,8,TNI,72,Tokoh,42,TP PKK,13,Tradisi,8,Trenggalek,2,Umum,10,Virus Corona,20,Wayang,7,Wisata Daerah,48,Wisata Religi,16,
ltr
item
Netizen Word: Gambaran Orang Jawa Dulu Menurut Tome Pires
Gambaran Orang Jawa Dulu Menurut Tome Pires
https://1.bp.blogspot.com/-r6z6wFYQX8w/Xm1r2nxJZvI/AAAAAAAAE3Q/AIvQmP25Rcw1rxWdVF0iMu_iLznpyUriQCLcBGAsYHQ/s200/IMG-20200315-WA0003%257E2.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-r6z6wFYQX8w/Xm1r2nxJZvI/AAAAAAAAE3Q/AIvQmP25Rcw1rxWdVF0iMu_iLznpyUriQCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20200315-WA0003%257E2.jpg
Netizen Word
http://www.netizenword.com/2020/03/gambaran-orang-jawa-dulu-menurut-tome.html
http://www.netizenword.com/
http://www.netizenword.com/
http://www.netizenword.com/2020/03/gambaran-orang-jawa-dulu-menurut-tome.html
true
1914908294925827969
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy