Haru di Tenda Pengungsian, Tim Magetan Berikan Santunan Khusus untuk Anak Yatim Piatu Korban Gempa NTT
MANGGARAI TIMUR - Di balik penyerahan bantuan logistik dan pembangunan mushola darurat, ada satu momen paling mengharukan dalam ekspedisi Magetan Peduli NTT di Desa Satar Punda Barat, Senin (21/9/2026).
Setelah semua bantuan beras, obat-obatan dan Al-Qur'an disalurkan, tim gabungan Relawan 24 Jam, BPBD dan Baznas Magetan menggelar aksi khusus: Pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu di lokasi pengungsian.
Dalam foto yang terekam, terlihat Ketua Rombongan Relawan 24 Jam dengan topi rimba, memberikan santunan berupa amplop kepada seorang remaja berbaju oranye. Di belakangnya, anak-anak lain berbaris rapi menunggu giliran, dengan wajah yang masih menyimpan trauma gempa M 7,7.
Didampingi relawan Baznas Tanggap Bencana, prosesi santunan itu berlangsung sederhana namun penuh makna, di bawah pohon rindang di tengah tenda pengungsian.
"Anak-anak ini adalah yang paling terdampak. Gempa sudah merenggut rumah mereka, jangan sampai masa depan mereka juga hilang. Santunan ini amanah khusus dari donatur Magetan, titipan untuk anak-anak yatim piatu di sini," ujar Gunadi.
Ia menambahkan, santunan ini adalah bentuk kasih sayang dari warga Magetan yang jauh di Jawa, bahwa mereka tidak sendiri. Anak-anak yatim piatu ini adalah anak-anak kita juga.
Warga yang menyaksikan momen itu tak kuasa menahan haru. Seorang ibu pengungsi terlihat berkaca-kaca melihat anak-anak menerima santunan.
Program santunan yatim piatu ini menjadi pelengkap sempurna dari misi kemanusiaan Magetan.
Dengan santunan ini, diharapkan bisa sedikit meringankan beban anak-anak untuk kebutuhan sekolah dan kebutuhan sehari-hari di tengah situasi pengungsian yang masih serba terbatas.(yk)

