Keluh Peternak Ayam Petelur Harga Telur Tak Stabil, DPRD Magetan Gandeng Komisi IV DPR RI Turun Tangan
Magetan - Audensi atas keluhan peternak ayam petelur terkait permasalahan tidak stabilnya harga telur dan tingginya biaya produksi, DPRD Kabupaten Magetan menghadirkan Anggota DPR RI di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Magetan, Sabtu (8/8/2026).
Audensi dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, S.Kel., M.Si., Pimpinan DPRD Kabupaten Magetan, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Magetan, Hj. Rita Haryati, bersama anggota, perangkat daerah terkait, serta Paguyuban Ternak Rakyat Indonesia (PTRI) Jawa Timur.
Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono menjelaskan telah mendengar dan menyerap permasalahan keluhan peternak ayam petelur Kabupaten Magetan yang tengah dihadapi.
Ia menegaskan pentingnya langkah konkret pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara produksi dan kebutuhan pasar.
Menurutnya, upaya yang didorong adalah pengendalian populasi ayam petelur, termasuk penghentian pemberian izin pembangunan kandang ayam petelur baru.
"Penambahan populasi ayam petelur secara terus-menerus justru berpotensi meningkatkan pasokan telur dan semakin menekan harga di tingkat peternak," ujarnya.
Lebih lanjut, peternak yang sudah menjalankan usaha diharapkan melakukan afkir terhadap ayam yang sudah tidak produktif sebelum melakukan penggantian populasi.
Pemerintah daerah juga membantu penyerapan ayam afkir di pasaran sehingga peternak memiliki kepastian pasar ketika harus melakukan afkir terhadap ayam yang sudah tidak produktif.
Sisi lain persoalan harga pakan, tingginya kenaikan harga pakan yang tidak wajar. Ia meminta pengawasan diperketat harga jual pakan agar tidak terjadi kenaikan harga.
" Riyono menegaskan kalau teman-teman menemukan ada kenaikan harga pakan dilapangan, laporkan. Itu pasti akan ditindak,” tegasnya.
Ditempat yang sama, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Magetan, Hj. Rita Haryati, menjelaskan pihaknya akan terus mendorong memperjuangkan menyuarakan atas keluhan peternak yang ada di wilayah Kabupaten Magetan.
DPRD Magetan akan terus berkoordinasi dengan DPR RI dan pemerintah daerah supaya terjadi stabilitas harga segera ada penyerapan. "Harapannya populasinya berkurang sehingga harga telur bisa naik kembali," pungkasnya.(yk)
