Total 10 Sepeda Motor Dampak Longsor Talud Telaga Sarangan Berhasil Dievakuasi
Magetan - Sebanyak 10 unit sepeda motor yang terjun ke Telaga Sarangan akibat longsornya talud penahan danau berhasil dievakuasi seluruhnya. Proses evakuasi selesai pada Sabtu (17/1/2026) pukul 16.53 WIB.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Eka Wahyudi, menjelaskan bahwa proses evakuasi melibatkan Tim TRC-PB BPBD Magetan bersama unsur terkait. Evakuasi berlangsung cukup lama karena kedalaman telaga mencapai sekitar 6–7 meter, sehingga harus menerjunkan tim penyelam untuk menjangkau kendaraan di dalam air.
“Pengangkatan kendaraan dilakukan satu per satu dengan teknik penarikan ke permukaan,” jelas Eka.
Adapun kendaraan yang berhasil dievakuasi dari dalam telaga adalah:
• RX King nopol AD 2009 MJM (12.39 WIB)
• RX King nopol AD 3055 KD (13.15 WIB)
• NMAX nopol AD 6614 ID (13.36 WIB)
• Beat nopol AB 3060 ZQ (14.22 WIB)
• RX King nopol AD 4760 CV (16.06 WIB)
• Astrea Grand nopol K 3858 MV (16.20 WIB)
• Astrea Grand nopol K 5935 CV (16.25 WIB)
“Sebelumnya, dua kendaraan yakni Honda Beat dan Revo sempat berhasil ditarik saat kejadian longsor, serta satu unit GL Pro yang tersangkut di pipa juga lebih dulu dievakuasi,” tambah Eka.
Akibat kejadian tersebut, Ismi Fatma Sari (20) warga Kabupaten Sleman, DIY, mengalami luka ringan pada jari tangan kiri. Sementara dua korban lainnya, Muhamad Syahrul (20) dan Zahiaskya (17) warga Surabaya, mengalami syok ringan.
Kapolsek Plaosan AKP Agus Budi Witarno memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis. “Korban dalam kondisi sadar dan tidak mengalami luka serius,” ujarnya.
Para pemilik kendaraan yang mengalami syok ringan sementara berada di Pos Polisi Sarangan. Seluruh kendaraan hasil evakuasi dibawa ke pos tersebut sebelum akhirnya diserahkan kembali kepada masing-masing pemilik.
Untuk mencegah longsor susulan, pihak kepolisian menutup sementara lokasi dengan garis polisi dan melakukan patroli pemantauan.
Kapolsek Plaosan juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar lebih berhati-hati, khususnya di kawasan rawan bencana.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan di tengah potensi bencana hidrometeorologi yang masih tinggi,” pungkasnya.(yk)
