Tebing Longsor di Jalan Lingkar Telaga Sarangan Sempat Tutup Akses Jalan
Magetan - Tebing di sisi barat Jalan Lingkar Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, mengalami longsor akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam hari. Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, Kamis (15/1/2025), dan sempat menutup akses jalan di kawasan wisata tersebut.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan, Eka Wahyudi, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh hujan dengan intensitas ringan hingga sedang serta kondisi kemiringan tebing yang cukup curam.
“Tanah longsor disebabkan hujan semalam dan kemiringan tebing yang curam di Jalan Lingkar Telaga Sarangan sisi barat,” ujar Eka Wahyudi.
Ia menyebutkan, longsoran memiliki tinggi kurang lebih 4 meter dengan lebar sekitar 4 meter. Material longsor menutup badan jalan dan terdiri dari tanah, lima batu besar berdiameter sekitar 2 meter, serta bonggol pohon. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa.
Pasca kejadian, BPBD Magetan bersama TNI-Polri, Agen Bencana BPBD Provinsi Jawa Timur, DPUPR, BBWS Bengawan Solo, Perhutani, Dinas Pariwisata, perangkat Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Hanom Hancala, Senkom, LAI, serta masyarakat setempat langsung melakukan pembersihan material longsor. Proses evakuasi juga dibantu alat berat berupa excavator milik DPUPR.
“Pukul 14.00 WIB penanganan material longsor berupa tanah sudah berhasil diselesaikan,” jelas Eka.
Saat ini, akses jalan sudah kembali dapat dilalui kendaraan. Namun, batu-batu besar masih dipinggirkan sementara di lokasi. Batu tersebut rencananya akan dipecah secara manual.
“Kami tidak menggunakan alat berat untuk memecah batu, karena dikhawatirkan getaran dapat memicu longsor susulan,” tandasnya.
BPBD Kabupaten Magetan mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda-tanda longsor seperti munculnya retakan tanah atau dinding rumah, pohon atau tiang yang mulai miring, air keruh keluar dari celah tanah, serta suara gemuruh dari arah lereng.
Selain itu, masyarakat diimbau menghindari aktivitas di sekitar lereng terjal, terutama saat dan setelah hujan deras, khususnya di kawasan Telaga Sarangan. Warga juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG.
“Mari kita tingkatkan kewaspadaan dan menjaga keselamatan bersama,” pungkas Eka. (yk)
