Polsek Sukorejo Berikan Penyuluhan Bahaya Bullying di SDN 1 Gegeran
PONOROGO - Guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, Polsek Sukorejo menggelar kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan (Binluh) terkait bahaya bullying atau perundungan kepada siswa-siswi SDN 1 Gegeran, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan tersebut disampaikan oleh AIPDA Alwy M dan Bripka Rahmawaty yang mewakili Kapolsek Sukorejo IPTU Agus Tri Cahyo Wiyono, S.H., M.H., yang berhalangan hadir karena adanya agenda kedinasan lain.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah SDN 1 Gegeran Samsul Arifin, S.Pd., Ketua Komite Sekolah Hamdan, serta sebanyak 158 peserta yang terdiri dari siswa-siswi SDN 1 Gegeran.
Dalam sambutannya, AIPDA Alwy M dan Bripka Rahmawaty menyampaikan permohonan maaf Kapolsek Sukorejo yang tidak dapat hadir secara langsung. Meski demikian, kegiatan penyuluhan tetap dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan.
Pada kesempatan itu, pemateri menekankan bahwa perilaku bullying, baik secara verbal maupun fisik, dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang serius terhadap perkembangan mental dan masa depan anak.
“Pembinaan ini kami laksanakan agar para pelajar memahami bahwa perundungan bukanlah hal sepele. Dampaknya sangat buruk, tidak hanya bagi korban, tetapi juga bagi pelaku itu sendiri,” tegasnya.
Selain itu, para orang tua dan guru juga diajak untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak sebagai upaya deteksi dini terhadap tindakan perundungan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 1 Gegeran, Samsul Arifin, S.Pd., mengapresiasi langkah proaktif Polsek Sukorejo. Menurutnya, kehadiran Polri di lingkungan sekolah memberikan rasa aman sekaligus edukasi hukum yang sangat dibutuhkan oleh tenaga pendidik, siswa, dan wali murid.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah mencegah perilaku bullying dan kenakalan remaja sejak dini, serta menghindari tindakan yang berpotensi mengarah pada tindak pidana. Kami berharap sinergi antara Polri, pihak sekolah, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik,” pungkasnya.(tnt)
