Peduli Kesehatan Warga Terdampak Banjir, Polda Jateng dan Polres Kudus Buka Posko Kesehatan di Posko Pengungsian
Polda Jateng, Kudus - Di tengah kondisi banjir yang masih dirasakan warga Desa Pasuruhan Lor, Kabupaten Kudus, kehadiran layanan kesehatan menjadi kebutuhan penting bagi para pengungsi. Menjawab kebutuhan tersebut, Kepolisian Daerah Jawa Tengah melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) dan Sie Dokkes Polres Kudus melaksanakan bhakti kesehatan di Posko Bencana Banjir, Selasa (20/1/2026).
Kegiatan bhakti kesehatan tersebut dilaksanakan di Posko Bencana Banjir yang berlokasi di MI Khuriyatul Fikri Pasuruhan Lor dengan melibatkan personel Sidokkes Polres Kudus. Pemeriksaan kesehatan difokuskan kepada para pengungsi yang berasal dari RT 2 dan RT 3 Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor.
Dalam kegiatan tersebut petugas melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 27 pengungsi yang berasal dari RT 2 dan RT 3 Dukuh Goleng, Pasuruhan Lor. Pengungsi tersebut terdiri dari dua orang lansia, delapan belas orang dewasa, dan tujuh anak-anak.
Kabiddokkes Polda Jawa Tengah, Kombes Pol drg. Agustinus M.H.T, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya memastikan kondisi kesehatan para pengungsi tetap terjaga selama berada di lokasi pengungsian.
“Posko Kesehatan ini kami siapkan sebagai upaya memastikan para pengungsi mendapatkan layanan kesehatan yang layak di lokasi pengungsian,” jelas Kombes Pol drg. Agustinus.
Dari 27 pengungsi yang diperiksa, ditemukan keluhan batuk dan pilek pada lima orang serta gatal-gatal pada dua orang, dan seluruhnya telah diberikan terapi sesuai dengan keluhan masing-masing. Pemantauan kesehatan juga difokuskan pada kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak agar tidak terjadi gangguan kesehatan lanjutan akibat kondisi pascabanjir.
Keberadaan Posko Kesehatan ini mendapat sambutan positif dari warga pengungsi, salah satunya Pak Muslikan (45), yang mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan kesehatan dari Polres Kudus. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan di lokasi pengungsian membuat warga merasa lebih tenang.
“Kami merasa sangat terbantu. Di pengungsian ini banyak warga yang batuk dan badan terasa tidak enak. Dengan adanya posko kesehatan dari polisi, kami bisa langsung diperiksa dan diberi obat,” ujar Muslikan.
Hal senada disampaikan Dwi Srinawati (38), warga pengungsian lainnya, yang mengungsi bersama anak-anaknya. Ia mengapresiasi perhatian Polres Kudus yang membuka posko kesehatan di lokasi pengungsian.
“Anak saya sempat pilek dan gatal-gatal setelah banjir. Alhamdulillah tadi sudah diperiksa dan dikasih obat. Kami merasa diperhatikan dan tidak sendirian menghadapi musibah ini,” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menyampaikan bahwa kegiatan bhakti kesehatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir dan membantu masyarakat dalam situasi bencana. Dirinya mempersilahkan masyarakat untuk mendatangi pos pelayanan kesehatan untuk memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan.
“Polri berupaya hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pelayanan kemanusiaan, termasuk layanan kesehatan. Kami berharap upaya ini dapat membantu meringankan beban warga terdampak banjir dan memberikan rasa tenang selama masa pengungsian,” ujar Kombes Pol Artanto.(adr*hum)
