Ning Chafsah Berpesan 5 Sukses Ramadhan Saat Tausiyah di Pondok Pesantren Almagfiroh LDII Kabupaten Magetan
Magetan - Pondok Pesantren Almagfiroh yang berada di bawah naungan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Magetan mendapat kunjungan istimewa dari Gus Ridlo, Pimpinan Pondok Pesantren Arrohman Tegalrejo Magetan. Dalam kunjungan tersebut, Gus Ridlo didampingi oleh istri tercinta, Ning Chafsah, pada Sabtu (22/2/2025)pagi
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an (qiroatul Quran), dilanjutkan dengan sambutan dari Gatot Trisula, S.Pd selaku Pengasuh Pondok Pesantren Almagfiroh. Suasana semakin khidmat ketika memasuki sesi utama, di mana Ning Chafsah menyampaikan tausiyah inspiratif bertemakan “5 Sukses Ramadhan”.
Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya keberhasilan dalam menjalankan ibadah Ramadhan, yang meliputi: Sukses Puasa, Sukses Sholat Tarawih, Sukses Tadarus Al-Qur’an, Sukses Lailatul Qadar dan terakhir Sukses Zakat Fitrah.
Ning Chafsah juga menyampaikan pesan khusus kepada para santri agar lebih bersemangat dalam mencari ilmu. Ia menegaskan bahwa kesempatan untuk belajar dengan fokus seperti di pondok sulit diperoleh di luar, karena banyak gangguan yang bisa menghambat peningkatan ilmu. Salah satunya adalah keberadaan "setan gepeng" alias HP, yang sering kali membuat seseorang menjadi malas dalam belajar.
Momentum ini juga dimanfaatkan oleh Ning Chafsah untuk menjelaskan tentang puasa Nisfu Syakban serta sejarah perayaan Valentine yang kerap dirayakan oleh banyak orang. Beliau menegaskan bahwa Valentine bukanlah tradisi yang seharusnya dilakukan oleh umat Islam dan mengajak para santri untuk tetap menjaga nilai-nilai Islam serta tidak terpengaruh oleh budaya yang bertentangan dengan ajaran agama.
Tidak hanya itu, Ning Chafsah juga mengingatkan pentingnya menjaga adab dalam menuntut ilmu dan berinteraksi dengan guru. Ia menekankan bahwa keberkahan ilmu diperoleh bukan hanya dari banyaknya hafalan, tetapi juga dari akhlak yang baik terhadap sesama. Selain itu, beliau juga mengajak para santriwan dan santriwati untuk semakin mencintai Rasulullah SAW, menjadikannya sebagai kekasih sejati, serta meneladani segala sikap dan perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Gus Ridlo selaku Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren Kabupaten Magetan dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa meskipun terdapat perbedaan nama organisasi seperti NU, Muhammadiyah, LDII, dan ormas keagamaan lainnya, semuanya memiliki harapan dan tujuan yang sama. Yang tidak kalah pentingnya, beliau menegaskan bahwa umat Islam harus tetap rukun dan kompak dalam menegakkan NKRI sebagai harga mati.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Ketua DPD LDII Magetan, Joko Pramono, yang turut didampingi oleh H. Rosyid serta segenap pengurus Kabupaten LDII Magetan. Turut hadir pula tokoh wanita LDII seperti Bu Hj Yayuk Handayani dan Bu Yatmi. Selain itu, pengasuh Pondok Pesantren Almagfiroh, pengurus pondok, serta 200 santriwan dan santriwati turut mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusiasme.
Kunjungan ini diharapkan dapat semakin mempererat ukhuwah Islamiyah serta memberikan motivasi bagi para santri dalam meningkatkan kualitas ibadah mereka selama bulan Ramadhan.
"Dengan semangat yang tinggi, para santri diharapkan dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta menjunjung tinggi akhlakul karimah di setiap aktivitas mereka," tutup Gus Ridlo.(yok)