Untuk Pasang Iklan disini, silahkan hubungi kami di : 0895-0204-5858 (WA / admin : Den Mas) - Ikuti kami di : YouTube : www.youtube.com/c/NetizenWord --- IG : netizenword --- Snack Video : netizen_word --- Tik Tok : @netizen_word

Kasus Dugaan Korupsi Perjanjian Jual Beli BBM Non Tunai yang Rugikan Negara Rp. 451,6 Miliar Naik Penyidikan

Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri meningkatkan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam perjanjian jual beli bahan bakar minyak (BBM) non tunai, antara PT Pertamina Patra Niaga (PT PPN) dengan PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) tahun 2009-2012 dari penyelidikan ke penyidikan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, peningkatan status ini berdasarkan hasil gelar perkara dan pemeriksaan saksi-saksi.

"Setelah dilakukan pemeriksaan saksi baik dari pihak terkait dan ahli-ahli, kasus ini dinaikkan menjadi penyidikan," kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/8/2022).

Dedi menjelaskan, kasus dugaan korupsi ini berawal pada tahun 2009 sampai dengan 2012 PT Pertamina Patra Niaga (PT PPN) melakukan Perjanjian Jual Beli Bahan Bakar Minyak (BBM) secara non tunai dengan PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) yang ditandatangani oleh Diretur Pemasaran PT PPN dengan Direktur PT AKT.

Adapun proses pelaksanaan kontrak sebagai berikut, yakni tahun 2009 sampai dengan 2010 dengan volume 1.500 KL perbulan. Kemudian tahun 2010 sampai dengan 2011 PT PPN menambah volume pengiriman menjadi 6.000 KL perbulan (Addendum I). Selanjutnya tahun 2011 sampai 2012 PT PPN menaikkan volume menjadi  7.500 KL perpemesanan (Addendum II).

"Bahwa pada proses pelaksanaan perjanjian PT Pertamina Patra Niaga dalam tahap pengeluaran BBM, Direktur Pemasaran PT PPN melanggar batas kewenangan / otorisasi untuk penandatangan kontrak jual beli BBM yang nilainya di atas 50 M berdasarkan Surat Keputusan Direktur Utama PT Patra Niaga Nomor: 056/PN000.201/KPTS/2008 Tanggal 11 Agustus 2008 Tentang Pelimpahan Wewenang, Tanggung Jawab, Dan Otorisasi," katanya.

Dedi menambahkan, PT AKT tidak melakukan pembayaran sejak tanggal 14 Januari 2011 - 31 Juli 2012 dengan jumlah sebesar Rp 19,751,760,915,- dan USD 4,738,465.64 atau senilai Rp. 451,663,843,083,20.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan, Direksi PT PPN tidak melakukan pemutusan kontrak terhadap penjualan BBM non tunai kepada PT AKT yang tidak melakukan pembayaran terhadap BBM yang telah dikirimkan dan Direksi PT PPN tidak ada upaya untuk melakukan penagihan. 

"Tidak adanya jaminan colateral berupa bank garansi atau SKBDN dalam proses penjualan BBM Non tunai sehingga PT PPN mengalami kerugian pada saat PT AKT tidak melakukan pembayaran terhadap BBM yang telah diterimanya sejak tahun 2009 sampai dengan 2012," ujarnya.

Dedi menuturkan, BBM yang belum dibayar oleh PT AKT kepada PT PPN berdasarkan data rekonsiliasi verifikasi tagihan kreditur pada proses PKPU N0. 07/PDT.SUS-PKPU/2016/PN.NIAGA.JKT.PST tanggal 4 April 2016, sebesar Rp. 451.663.843.083,20.

Berdasarkan data yang disiapkan akuntansi hutang piutang PT PPN diketahui volume BBM jenis solar yang sudah terkirim ke PT. AKT keseluruhannya adalah 154.274.946 liter atau senilai Rp. 278.590.775.399 dan USD 102.600.314.

"Berdasarkan hasil penyelidikan terdapat dugaan penerimaan uang oleh pejabat PT PPN yang terlibat dalam proses perjanjian penjualan BBM non tunai antara PT PPN dengan PT AKT. pada periode saat terjadinya proses penjualan BBM tersebut," ujarnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, terdapat indikasi kerugian negara yang dihitung berdasarkan jumlah BBM yang dikeluarkan oleh PT Pertamina Patra Niaga kepada PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) sesuai dengan kontrak dan Addendum I, II yang belum dilakukan pembayaran, sehingga menjadi kerugian negara sebesar Rp. 451.663.843.083,20.

"Penyidik pun melakukan gelar perkara dan memutuskan kasus ini dinaikkan statusnya menjadi penyidikan. Penyidik pun melakukan langkah-langkah selanjutnya dengan membuat rencana penyidikan, melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan melakukan profiling kepada pihak-pihak yang diduga terlibat guna aset recovery," katanya.(hum)

Dikunjungi :



Name

1 Abad PSHT,1,Aceh,1,AHY,2,Air Terjun Coban Drajat,1,Artikel,62,Bakesbang,1,Baksos,20,Bali,12,Balikpapan,1,Balon Laka - Lantas,3,Balon Lebaran,2,Balon Udara,6,Bangkalan,15,Bansos,2,Banten,2,Banyumas,1,Banyuwangi,31,Batu Pirus,1,Baznas,1,Bekasi,2,Bendungan Bendo,1,Berdirinya Madiun,1,Berita,295,Bhayangkari,12,Binrohtal,1,Blitar,20,Blora,1,BLT DD,1,Bojonegoro,23,Bondowoso,19,BPD,1,Brebes,1,Brimob,2,Budaya,4,Bukit Soeharto,1,Burung Langka,1,Cegah Covid-19,140,Cerita Bermakna,21,Cirebon,3,CPNS,1,Cuaca,14,Daftar Raja - Raja Majapahit,1,DAMRI,1,Dana Desa 2020,3,Dana Desa 2021,1,Daya Spiritual,5,Demak,1,Desa Bancar,5,Desa Gondowido,1,Desa Koripan,1,Desa Membangun,1,Desa Nongkodono,1,Dewan,37,Dewan Pers,3,Dinas Perkim,1,Dompet Dhuafa,1,DPR RI,2,DPRD,1,DPRD Ponorogo,1,Dunia Spiritual,7,Ekonomi,35,Erupsi Semeru,9,Fenomena Alam,7,Giat,309,GPDRR,1,Grebeg Suro,4,Gresik,38,H. Ipong Muchlissoni,2,Hari Santri,1,Hj. Sri Wahyuni,3,Hoegeng Award,1,Hukum,1,IKN,2,INCAR,1,Info kesehatan,23,IPHI,1,IPSI,1,Iptek,12,Jakarta,29,Jambi,1,Jatim,164,Javanese Spiritual,12,Jawa Barat,1,Jawa Tengah,3,Jejak Spiritual,11,Jember,28,Jombang,14,JTI,1,Kabar-kabari,3,Kabupaten ODF,1,KalTim,2,Kampung Kertoembo,1,Kampung Pancasila,1,Kampung Tangguh Semeru,4,Kamtibmas,1,Kapolri,144,Kasus,189,Kebakaran,1,Kebangsaan,1,Kediri,19,Kediri Kota,7,Keris,10,Kesehatan,7,Kinemaster,1,Kirab Merah Putih,2,Kodim 0802/Ponorogo,42,Kodim 0803/Madiun,1,Kompolnas RI,1,Konawe Sulawesi Tenggara,1,KOTEKA,1,KPU,1,Kue Klepon,1,Kuliner,9,Kunker,1,Laka - Lantas,15,Lamongan,21,Lasmini,1,Lebaran 2022,8,Lumajang,26,Madiun,63,Madiun Kota,20,Magetan,14,Malang,33,Malang Kota,29,Maluku,1,Media Siber,1,Mitos - Mistik,12,Mobil Covid Hunter,1,Mojokerto,31,Mojokerto Kota,15,Mudik 2022,7,Narkoba,34,Nataru,1,Nawacita,2,Netizen Jatim,1,Nganjuk,18,Ngawi,22,NTB,2,NTT,2,NU,2,Olah raga,14,Operasi Patuh,1,Operasi Zebra,7,Ops Ketupat,1,Ops Lilin,4,Ops Semeru,3,Ops Yustisi,20,Orang Meninggal,15,Outomotif,1,Pacitan,10,Palembang,1,Pamekasan,15,Papua,4,Partai NasDem,2,Pasuruan,23,Pati,1,Pekanbaru,5,Pembangunan,9,Pemerintahan,2,Pemilu 2024,1,Pendidikan,16,Penemuan,7,Peristiwa,111,Pertanian,10,Pesona Indonesiaku,30,Photo News,1,Pilkada,15,Pilkades,8,PKS Ponorogo,1,Polda Jatim,191,Polda NTB,1,Polres,185,Polres Batu,33,Polres Madiun,12,Polres Madiun Kota,68,Polres Magetan,1,Polres Malang,5,Polres Nganjuk,4,Polres Ngawi,49,Polres Ponorogo,348,Polres Sukorejo,1,Polres Sumenep,2,Polresta,2,Polri,475,Polsej Padas,1,Polsek Babadan,9,Polsek Badegan,9,Polsek Balong,6,Polsek Bungkal,4,Polsek Jambon,3,Polsek Jetis,1,Polsek Jiwan,2,Polsek Jogorogo,2,Polsek Karangjati,2,Polsek Kartoharjo,2,Polsek Kauman,2,Polsek Kedunggalar,3,Polsek Mlarak,13,Polsek Ngebel,4,Polsek Ngerambe,1,Polsek Ngrambe,11,Polsek Ngrayun,16,Polsek Padas,1,Polsek Pangkur,1,Polsek Paron,4,Polsek Pitu,1,Polsek Ponorogo,7,Polsek Pudak,2,Polsek Pulung,21,Polsek Sambit,3,Polsek Sampung,3,Polsek Sawahan,1,Polsek Sawoo,3,Polsek Siman,18,Polsek Sine,3,Polsek Slahung,12,Polsek Sooko,28,Polsek Sukorejo,23,Polsek Sumoroto,8,Polsek Taman,1,Polsek Widodaren,2,Polwan,17,Ponorogo,318,PPWI,1,Presiden Joko Widodo,5,Probolinggo,49,Program PTSL,1,PSHT,7,PSHT Pusat Madiun,2,Publik,23,Puncak Jaya,285,Rekor MURI,1,Religi,12,Reog,4,Resnarkoba,1,Reyog,2,Riau,3,S.Sos,1,Sampang,15,Satlantas,33,Satpol PP,3,Sejarah,146,Semarang,3,Sidoarjo,19,Situbondo,11,SMKN 2 Ponorogo,1,Sosial,2,Srambang Park,2,Sugiri Sancoko,1,Sumatera Selatan,1,Sumenep,9,Surabaya,92,Tanaman Bermanfaat,30,Telaga Ngebel,1,Tips Bermanfaat,7,Titik Nol,2,TNI,97,Tokoh,43,TP PKK,13,Tradisi,8,Trenggalek,12,Tuban,5,Tulungagung,18,UMKM,1,Umum,10,UNESCO,2,Vaksinasi,114,Virus Corona,20,Waduk Bendo,1,Wayang,7,Wisata Daerah,63,Wisata Religi,18,WTP,1,Yogyakarta,2,
ltr
item
Netizen Word: Kasus Dugaan Korupsi Perjanjian Jual Beli BBM Non Tunai yang Rugikan Negara Rp. 451,6 Miliar Naik Penyidikan
Kasus Dugaan Korupsi Perjanjian Jual Beli BBM Non Tunai yang Rugikan Negara Rp. 451,6 Miliar Naik Penyidikan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijur3Ze_YfaZornBRlqmtEuhc3cAeEZ93hgzym2d455QkHP5CxWjyXAvmgrAnRKhlYODIxRxvi5HlA3sHvdtQF_AYZQmSJfYTiR0-R9RQziqqlQDsNZfMYcYTgtVC5zeI3EejuWLLXKM3Sl1BhuvLnqLyWaBu_Ii7x-DwbnHObS-L_PTUpKPByuX6GFA/s320/IMG-20220822-WA0028.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijur3Ze_YfaZornBRlqmtEuhc3cAeEZ93hgzym2d455QkHP5CxWjyXAvmgrAnRKhlYODIxRxvi5HlA3sHvdtQF_AYZQmSJfYTiR0-R9RQziqqlQDsNZfMYcYTgtVC5zeI3EejuWLLXKM3Sl1BhuvLnqLyWaBu_Ii7x-DwbnHObS-L_PTUpKPByuX6GFA/s72-c/IMG-20220822-WA0028.jpg
Netizen Word
https://www.netizenword.com/2022/08/kasus-dugaan-korupsi-perjanjian-jual.html
https://www.netizenword.com/
http://www.netizenword.com/
http://www.netizenword.com/2022/08/kasus-dugaan-korupsi-perjanjian-jual.html
true
1914908294925827969
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy