Untuk Pasang Iklan disini, silahkan hubungi kami di : 0895-0204-5858 (WA / admin : Den Mas) - Ikuti kami di : YouTube : www.youtube.com/@netizenword --- IG : exploreyuk.my.id --- Snack Video : netizen_word --- Tik Tok : @netizen_word

BARUS Yang Terkenal Hingga Negeri Timur


Barus adalah Sebuah kawasan yang memiliki luas 15 km persegi. Terletak di antara perbukitan dan pesisir barat Sumatera Utara, wilayah ini pernah mengejutkan dunia perdagangan internasional berkat hasil alamnya.

Pada 1995, di desa Lobu Tua, salah satu daerah di Barus, masyarakat pernah memasang sebuah spanduk bertuliskan ‘Dirgahayu ke-50 Negaraku, dan Dirgahayu ke-5000 Desaku’. Sebuah pernyataan yang sangat menarik.


Dalam Lobu Tua: Sejarah Awal Barus, Claude Guillot menyebut bahwa pernyataan masyarakat itu didasarkan atas pemikiran seorang ahli sejarah dari daerah tersebut. “Nama Barus sudah lama muncul, apabila diterima pendapat bahwa Barousai yang disebut Ptolemaeus (geografis Romawi) adalah Barus.” tulisnya.

Selain oleh Ptolemaeus, nama Barus sebagai sebuah tempat juga tercatat dalam sejarah Dinasti Liang (abad ke-6 M). Setelahnya, banyak peradaban yang menyebut nama Barus dan selalu dikaitkan dengan hasil alamnya, yakni kapur barus dan kamper.

Selanjutnya para pedagang dari Timur Tengah dalam beberapa catatan perjalannya menyebut sebuah daerah penghasil kamper dan damar. Mereka menyebut Fansur, yang penggambarannya sama dengan Barus.

Namun Barus dalam catatan orang-orang Tionghoa lokasinya berbeda dengan wilayah Barus sekarang. Dokumen mereka menyebut Barus sebagai sebuah kerajaan di timur laut Sumatera yang mempunyai beberapa pelabuhan di pantai timurnya. Sedangkan, Barus sekarang berada di pesisir barat.

Lantas bagaimana dengan Barus sekarang ? Dijelaskan dalam buku Sejarah Raja-Raja Barus: Dua Naskah dari Barus karya Jane Drakard, Barus sekarang berasal dari abad ke-11. Hal itu didasarkan atas hasil penelitian K.A. Nilakanta Sastri (sejarawan India, meninggal 1975) yang telah membaca sebuah prasasti dari Lobu Tua.

Prasasti itu dibuat oleh perkumpulan pedagang Tamil (India) yang telah melakukan hubungan dengan penduduk Barus sejak 1088. Mereka berkunjung ke wilayah Barus secara langsung dan menjalin kontak dengan penduduk di sana. Bahkan membangun pemukiman semi-permanen di wilayah pesisir Sumatera.

“Walaupun prasasti ini pendek, terdapat beberapa aspek yang menarik. Cara penanggalan yang menggunakan tahun Saka ini sesuai dengan tradisi setempat (tradisi di Nusantara masa Hindu-Buddha). Berbeda dengan kebanyakan prasasti Tamil dari India Selatan.” tulis Y.Subbarayalu dalam “Prasasti Perkumpulan Pedagang Tamil di Barus: Suatu Peninjauan Kembali” dimuat Lobu Tua Sejarah Awal Barus.

Selain penemuan prasasti Tamil, di Lobu Tua juga cukup banyak ditemukan keramik yang berasal dari abad ke-8 sampai ke-9. Hal itu lah yang kemudian dijadikan dasar oleh O.W. Wolters (sejarawan Inggris) untuk membuat kesimpulan seperti di atas.


Dalam buku Kebangkitan dan Kejayaan Sriwijaya Abad III-VII, Ia menyebut Barus, baik yang ada dalam dokumen para pedagang Tionghoa maupun daerah sekarang, telah ada sebelum abad ke-8 M. Wilayahnya meliputi satu daerah luas di utara Sumatera, dan pelabuhannya terletak dibagian timur laut Sumatera, di antara Aceh dan Tanjung Intan, menghadap langsung Selat Malaka.

“Hipotesis Wolters ini perlu ditinjau kembali berdasarkan sumber yang merujuk kepada Barus pada abad ke-11 M.” tulis Subbarayalu.

Tampaknya pernyataan Wolters tersebut cukup diperkuat dengan keberadaan dua sumber lokal dari tradisi lisan, yakni Kronik Hulu (Asal Keturunan Raja Barus) dan Kronik Hilir (Sejarah Tuanku Batu Badan). Keduanya sama-sama menyebut nama kerajaan-kerajaan yang berdiri sebelum wilayah Lobu Tua di Barus sekarang.

Menurut Kronik Hulu (ditemukan tahun 1815), sebelum Barus sekarang berdiri terdapat sebuah kerajaan bernama Maligie (Mahligai) di pedalaman Sumatera. Kerajaan itu ‘diperintah’ oleh seorang gaib (mengacu pada tokoh tertentu) dari Pansohor (Pansur), kerajaan asli Barus.

Sementara dalam Kronik Hilir (didokumentasikan tahun 1870-an), terdapat sebuah dinasti baru di dataran tinggi Batak yang diperintah oleh Alang Pardoksi (mengacu pada nama tokoh). Kerajaan di pedalaman Sumatera itu kemudian membuat sebuah pemerintahan di wilayah baru.

Pada Kronik Hilir, kerajaan baru itu kemudian dikenal sebagai Pangsur (Pansur) yang menetap di daerah Kampung Busu’ Lama. Dari sana, mereka memindahkan kerajaannya ke Lobo Tuha (Lobu Tua), lokasi Barus sekarang.

“Jika hipotesis Wolters ini benar, maka dapat disimpulkan bahwa Barus yang disebut di dalam sumber-sumber tertua mungkin merupakan nama satu jaringan yang titiknya berubah, seperti Sriwijaya yang pelabuhan utamanya beralih dari Palembang ke Jambi.” tulis Claude. (*)




Sumber : historia id

Dikunjungi :

Post Baru.....$type=carousel



Name

1 Abad PSHT,1,Aceh,1,AHY,2,Air Terjun Coban Drajat,1,Artikel,62,Bakesbang,1,Baksos,23,Bali,13,Balikpapan,1,Balon Laka - Lantas,3,Balon Lebaran,2,Balon Udara,6,Bandung,1,Bangkalan,16,Bansos,2,Banten,2,Banyumas,1,Banyuwangi,36,Batik,1,Batu Pirus,1,Baznas,1,Bekasi,2,Bendungan Bendo,1,Berdirinya Madiun,1,Berita,322,Bhayangkari,13,Binrohtal,1,Blitar,23,Blora,1,BLT DD,1,Bojonegoro,24,Bondowoso,25,BPD,1,Brebes,1,Brimob,2,Budaya,4,Bukit Soeharto,1,Burung Langka,1,Cegah Covid-19,140,Cerita Bermakna,21,Cirebon,3,CPNS,1,Cuaca,14,Daerah,1,Daftar Raja - Raja Majapahit,1,DAMRI,1,Dana Desa 2020,3,Dana Desa 2021,1,Daya Spiritual,5,Demak,1,Desa Bancar,5,Desa Gondowido,1,Desa Koripan,1,Desa Membangun,1,Desa Nongkodono,1,Desa Pager,1,Dewan,40,Dewan Pers,3,Dinas Perkim,1,Dompet Dhuafa,1,DPR RI,2,DPRD,1,DPRD Ponorogo,5,Dunia Spiritual,7,Ekonomi,35,Erupsi Semeru,9,Fenomena Alam,7,G20,2,Giat,309,GPDRR,1,Grebeg Suro,4,Gresik,41,H. Ipong Muchlissoni,2,Hari Santri,1,Hj. Sri Wahyuni,3,Hoegeng Award,1,Hukum,1,IKN,3,INCAR,1,Info kesehatan,23,IPHI,1,IPSI,1,Iptek,12,Jakarta,29,Jambi,1,Jatim,170,Javanese Spiritual,12,Jawa Barat,1,Jawa Tengah,3,Jejak Spiritual,11,Jember,32,Jombang,16,JTI,1,Kabar-kabari,3,Kabupaten ODF,1,KalTim,2,Kampung Kertoembo,1,Kampung Pancasila,1,Kampung Tangguh Semeru,4,Kamtibmas,1,Kapolri,155,Kasus,215,Kebakaran,1,Kebangsaan,1,Kediri,20,Kediri Kota,8,Keris,10,Kesehatan,7,KI Award,1,Kinemaster,1,Kirab Merah Putih,2,Kodim 0802/Ponorogo,47,Kodim 0803/Madiun,1,Kompolnas RI,1,Konawe Sulawesi Tenggara,1,KOTEKA,1,KPU,1,Kue Klepon,1,Kuliner,9,Kunker,1,Laka - Lantas,15,Lamongan,24,Lasmini,1,Lebaran 2022,8,Lumajang,26,Madiun,63,Madiun Kota,21,Magetan,16,Malang,45,Malang Kota,35,Maluku,1,Media Siber,1,Mitos - Mistik,12,Mobil Covid Hunter,1,Mojokerto,34,Mojokerto Kota,16,Mudik 2022,7,Narkoba,38,Nataru,1,Nawacita,2,Netizen Jatim,1,Nganjuk,20,Ngawi,22,NTB,2,NTT,2,NU,2,Olah raga,18,Operasi Patuh,1,Operasi Zebra,7,Ops Ketupat,1,Ops Lilin,4,Ops Semeru,7,Ops Yustisi,20,Orang Meninggal,15,Outomotif,1,Pacitan,10,Palembang,1,Pamekasan,16,Papua,4,Partai NasDem,3,Pasuruan,28,Pati,1,Pekanbaru,5,Pembangunan,11,Pemerintahan,2,Pemilu 2024,1,Pendidikan,20,Penemuan,8,Peristiwa,132,Pertanian,12,Pesona Indonesiaku,30,Photo News,1,Pilkada,15,Pilkades,13,PKS Ponorogo,1,Polda Jatim,200,Polda NTB,1,Polres,185,Polres Batu,36,Polres Madiun,13,Polres Madiun Kota,70,Polres Magetan,2,Polres Malang,5,Polres Nganjuk,4,Polres Ngawi,52,Polres Ponorogo,412,Polres Sukorejo,1,Polres Sumenep,2,Polresta,2,Polri,482,Polsej Padas,1,Polsek Babadan,9,Polsek Badegan,11,Polsek Balong,6,Polsek Bungkal,4,Polsek Jambon,4,Polsek Jetis,2,Polsek Jiwan,2,Polsek Jogorogo,2,Polsek Karangjati,2,Polsek Kartoharjo,2,Polsek Kauman,2,Polsek Kedunggalar,3,Polsek Mlarak,16,Polsek Ngebel,4,Polsek Ngerambe,1,Polsek Ngrambe,11,Polsek Ngrayun,19,Polsek Padas,1,Polsek Pangkur,1,Polsek Paron,4,Polsek Pitu,1,Polsek Ponorogo,7,Polsek Pudak,3,Polsek Pulung,28,Polsek Sambit,3,Polsek Sampung,3,Polsek Sawahan,1,Polsek Sawoo,3,Polsek Siman,19,Polsek Sine,3,Polsek Slahung,12,Polsek Sooko,28,Polsek Sukorejo,26,Polsek Sumoroto,8,Polsek Taman,1,Polsek Widodaren,2,Polwan,19,Ponorogo,324,PPWI,1,Presiden Joko Widodo,6,Probolinggo,56,Program PTSL,1,PSHT,7,PSHT Pusat Madiun,2,Publik,23,Puncak Jaya,357,Rekor MURI,1,Religi,12,Reog,5,Resnarkoba,1,Reyog,2,Riau,3,S.Sos,1,Sampang,16,Satlantas,36,Satpol PP,3,Sejarah,147,Semarang,3,Sidoarjo,22,Situbondo,11,SMKN 2 Ponorogo,1,Sosial,2,Srambang Park,2,Sugiri Sancoko,1,Sumatera Selatan,1,Sumenep,11,Surabaya,105,Tanaman Bermanfaat,30,Telaga Ngebel,1,Tips Bermanfaat,7,Titik Nol,2,TNI,97,Tokoh,43,TP PKK,13,Tradisi,8,Trenggalek,13,Tuban,5,Tulungagung,20,UMKM,1,Umum,10,UNESCO,2,Vaksinasi,117,Virus Corona,20,Waduk Bendo,1,Wayang,7,Wisata Daerah,65,Wisata Religi,18,WTP,1,Yogyakarta,2,
ltr
item
Netizen Word: BARUS Yang Terkenal Hingga Negeri Timur
BARUS Yang Terkenal Hingga Negeri Timur
https://1.bp.blogspot.com/-rgMG1d_hOSU/XRX6agDOR_I/AAAAAAAABnI/eAjsjevRkfobRgPoKkgfEkxjlLYvKgmIACLcBGAs/s320/IMG-20190628-WA0025.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-rgMG1d_hOSU/XRX6agDOR_I/AAAAAAAABnI/eAjsjevRkfobRgPoKkgfEkxjlLYvKgmIACLcBGAs/s72-c/IMG-20190628-WA0025.jpg
Netizen Word
https://www.netizenword.com/2019/06/barus-yang-terkenal-hingga-negeri-timur.html
https://www.netizenword.com/
https://www.netizenword.com/
https://www.netizenword.com/2019/06/barus-yang-terkenal-hingga-negeri-timur.html
true
1914908294925827969
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy