Portal News - NETIZENWORD.com. Berbagi informasi, tentang : sejarah, budaya, spiritual, wisata daerah, peristiwa dan informasi publik, berkontribusi sebagai Media Warga, untuk memberikan informasi dari berbagai peristiwa, kegiatan, baik daerah maupun nasional

Heri Purwanto : Tentang Kematian Gajah Mada

Sering kita mendengar berita simpang siur perihal kematian Patih Gajah Mada. Ada yang bilang lenyap, muksa, naik ke langit, pergi ke luar Jawa, bahkan ada yang bilang Gajah Mada masih hidup hingga sekarang.

Ketika ditanya, sumbernya dari mana? 

Jawabnya : tidak tahu, pokoknya begitu.

"Saya lebih suka menelusuri berita dalam naskah kuno daripada percaya pada gugon-tuhon." Ucap Heri.

Heri mengatakan, Paling tidak ada tiga versi yang dia ketahui terkait kematian Gajah Mada, yaitu :


VERSI KIDUNG SUṆḌA

Dalam versi ini dikisahkan Gajah Mada sangat berkuasa di Majapahit, bahkan Śrī Hayam Wuruk segan kepadanya. Ketika Raja Suṇḍa datang ke Majapahit untuk menikahkan putrinya dengan Śrī Hayam Wuruk, Gajah Mada berani menentang dan memaksa agar putri Suṇḍa diserahkan sebagai wanita persembahan. Tentu saja pihak Suṇḍa menolak. Pertempuran terjadi dan mengakibatkan raja Suṇḍa gugur di lapangan Bubat. 

Melihat ayahnya tewas, putri Suṇḍa melakukan "bela pati" menikam diri sendiri. Śrī Hayam Wuruk sangat berduka karena calon istrinya tewas. Ia pun jatuh sakit dan meninggal pula. 

Gajah Mada disalahkan sebagai penyebab kematian Śrī Hayam Wuruk. Rumahnya segera dikepung pasukan Majapahit. Gajah Mada bersemadi di halaman kemudian musnah raganya, naik ke langit menjadi dewa. Sejak itu ia dikenal dengan sebutan Lĕmbu Mukṣa.

(ñjĕnĕng ing natar amuṣṭi, mukṣa tan patinggal rāga, mantuk ing niskalajāti, waluya dewa malih.)


VERSI PARARATON

Kisah pertempuran Bubat juga dikisahkan dalam versi ini, tetapi Gajah Mada tidak bertindak sendiri. Dia lebih dulu melapor kepada orang tua Śrī Hayam Wuruk. Setelah memperoleh restu dan juga dukungan dari Bhre Wĕngkĕr, barulah Gajah Mada bertindak menghadapi orang-orang Suṇḍa yang menolak menyerahkan sang putri sebagai wanita persembahan.

Setelah peristiwa Bubat berakhir, Śrī Hayam Wuruk menikah dengan putri Bhre Wĕngkĕr yang berjuluk Padukaśori. Adapun Gajah Mada "amukti palapa", menikmati kesenangan dan istirahat.

Pararaton menyebut peristiwa Bubat terjadi pada 1357, sedangkan Gajah Mada meninggal pada 1368, dan Hayam Wuruk meninggal pada 1389. Jadi, sangat berbeda dengan versi Kidung Suṇḍa dan juga Kidung Suṇḍāyana.

Kematian Gajah Mada dalam Pararaton hanya disebut dalam satu kalimat, yaitu :

"sang apatih gajah mada atĕlasan i śaka gagana-muka-matendu, 1290."

(tĕlas = habis)

Nilai sengkalannya sebagai berikut :

- Gagana (langit) = bermakna kosong, bernilai 0

- Muka (wajah) = pada wajah terdapat lubang mulut, maka bernilai 9.

- Mata = berjumlah dua, maka bernilai 2

- Indu (rembulan) = hanya ada satu di langit, maka bernilai 1.

"gagana-muka-mata-indu" = 0-9-2-1

Jika disusun dari belakang = Śaka 1290

Jika dikonversi ke tahun Masehi = 1290 + 78 = 1368


VERSI NĀGARAKṚTĀGAMA

Menurut versi ini, Gajah Mada jatuh sakit pada 1363 sewaktu Śrī Hayam Wuruk berziarah ke Candi Simping, dikisahkan dalam pupuh 70. Kemudian pada pupuh 71, bait pertama, Gajah Mada dikisahkan meninggal pada 1364, setelah menjabat Rakryan Mapatih sejak 1331.

Kutipan kalimatnya sebagai berikut :

"tryanginina śaka pūrwa rasika n pamangkwakĕn i sabwat sabhuwana,

pĕjah irikā śakābdha rasatanwināśa naranātha mār salahaśa,"

Terjemahan :

Tahun Śaka "tri-angin-ina" beliau memegang urusan senegara. Meninggal pada Śaka "rasa-tanu-ina", sedih perasaan Raja (Hayam Wuruk), putus asa.

Sengkalan "tri-angin-ina" adalah tahun pelantikan Gajah Mada sebagai Rakryan Mapatih atau Rakryan Apatih.

- Tri = dari bahasa Sanskerta bermakna "tiga", maka nilainya 3.

- Angin = berwatak "lima", sehingga nilainya 5.

- Ina = dari bahasa Sanskerta bermakna "matahari". (jangan rancu dengan "ina" bahasa Jawa Kuno yang bermakna "ibu").

Dalam tradisi Hindu, dewa matahari dan adik-adiknya disebut sebagai Dwadaśāditya, yaitu Dua Belas Āditya. Maka, matahari (ina) bernilai 12.

(berbeda dengan sengkalan Jawa Baru: matahari bernilai 1, sama seperti rembulan).

Angka 3-5-12 jika disusun dari belakang menjadi tahun Śaka 1253, yaitu sama dengan 1331 Masehi. Itulah tahun pelantikan Gajah Mada sebagai patih Majapahit. 

NB : tidak ada jabatan Mahapatih di Kerajaan Majapahit, yang ada ialah Rakryan Mapatih atau Rakryan Apatih.

Baris selanjutnya mengisahkan Gajah Mada meninggal pada sengkalan "rasa-tanu-ina".

- Rasa = manis, asam, asin, pedas, pahit, sepet, jumlahnya enam jenis, maka bernilai 6.

- Tanu = badan langsing, maksudnya ialah ular. Ada juga yang menyebut "tanu" adalah bunglon, hewan melata yang sebangsa ular, maka bernilai 8.

- Ina = nama lain matahari, bernilai 12.


Angka 6-8-12 jika disusun dari belakang membentuk tahun Śaka 1286 = 1364 Masehi.


Kesimpulan :

- Gajah Mada muksa bersumber dari Kidung Suṇḍa dan juga Kidung Suṇḍāyana.

- Gajah Mada meninggal pada 1368 bersumber dari Pararaton.

- Gajah Mada meninggal pada 1364 bersumber dari Nāgarakṛtāgama.


Saya pilih yang mana?

Jelas pilih Nāgarakṛtāgama, karena ditulis pada 1365, hanya selisih setahun dengan peristiwa meninggalnya Gajah Mada, sedangkan Pararaton ditulis setelah Majapahit runtuh. Adapun Kidung Suṇḍa ditulis pada 1878 sehingga isinya lebih banyak bersifat fantasi daripada histori.

Selain itu, Mpu Prapañca yang menulis Nāgarakṛtāgama pernah menjadi pejabat agama Buddha di Kerajaan Majapahit, juga kenal dengan Gajah Mada. Dengan demikian, berita yang ia tulis bahwa Gajah Mada meninggal (pĕjah) pada 1364 jelas lebih valid dibanding versi lainnya.

Dari keterangan diatas Heri memberikan informasi yang bisa dipahami, agar tak termakan oleh cerita karangan yang menyesatkan sejarah.

"Kalau ada yang bermain spekulasi bahwa Mpu Prapañca mengarang cerita palsu, padahal Gajah Mada aslinya tidak mati, tapi hidup menyepi ... Maaf, saya tidak ikut-ikut." Tandas Heri. (*)




_____________

Oleh : Heri Purwanto

Kediri, 14 November 2020.

Hari Sabtu Wage Tungle.






Jejak Spiritual$type=complex$count=4

Name

Artikel,62,Baksos,17,Balon Laka - Lantas,2,Balon Lebaran,2,Balon Udara,4,Bangkalan,1,Berita,276,Bhayangkari,8,BPD,1,Budaya,2,Cegah Covid-19,135,Cerita Bermakna,20,Cirebon,2,CPNS,1,Cuaca,12,Daftar Raja - Raja Majapahit,1,Dana Desa 2020,3,Dana Desa 2021,1,Daya Spiritual,5,Demak,1,Dewan,27,DPRD,1,Dunia Spiritual,6,Ekonomi,36,Fenomena Alam,7,Giat,311,Gresik,24,Info kesehatan,23,Iptek,8,Jatim,48,Javanese Spiritual,12,Jejak Spiritual,11,Jember,1,Kabar-kabari,3,Kabupaten ODF,1,Kampung Tangguh Semeru,4,Kasus,50,Kebakaran,1,Kebangsaan,1,Keris,9,Kesehatan,3,Kodim 0802/Ponorogo,2,Kuliner,9,Kunker,1,Laka - Lantas,14,Madiun,48,Magetan,4,Mitos - Mistik,12,Mobil Covid Hunter,1,Narkoba,10,Olah raga,3,Operasi Patuh,1,Operasi Zebra,1,Ops Yustisi,3,Orang Meninggal,13,Outomotif,1,Pacitan,1,Pekanbaru,5,Pembangunan,8,Pendidikan,9,Penemuan,5,Peristiwa,62,Pertanian,8,Pesona Indonesiaku,30,Photo News,1,Pilkada,17,PKS Ponorogo,1,Polda Jatim,8,Polres,138,Polri,324,Polsek Siman,1,Polsek Slahung,1,Polsek Sooko,1,Polsek Sukorejo,2,Ponorogo,297,Program PTSL,1,PSHT Pusat Madiun,1,Publik,24,Puncak Jaya,69,Religi,13,Reyog,1,Riau,3,Satpol PP,3,Sejarah,136,Sugiri Sancoko,1,Sumenep,1,Tanaman Bermanfaat,29,Tips Bermanfaat,8,TNI,72,Tokoh,42,TP PKK,13,Tradisi,8,Trenggalek,2,Umum,10,Virus Corona,20,Wayang,7,Wisata Daerah,48,Wisata Religi,16,
ltr
item
Netizen Word: Heri Purwanto : Tentang Kematian Gajah Mada
Heri Purwanto : Tentang Kematian Gajah Mada
https://1.bp.blogspot.com/-xhu-44d6RT8/X6_54sbFcAI/AAAAAAAAH3I/wuOw4NIAxyMxPuDm1oezXNWMWwv3XXywgCLcBGAsYHQ/s320/IMG-20201114-WA0075.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-xhu-44d6RT8/X6_54sbFcAI/AAAAAAAAH3I/wuOw4NIAxyMxPuDm1oezXNWMWwv3XXywgCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20201114-WA0075.jpg
Netizen Word
http://www.netizenword.com/2020/11/heri-purwanto-tentang-kematian-gajah.html
http://www.netizenword.com/
http://www.netizenword.com/
http://www.netizenword.com/2020/11/heri-purwanto-tentang-kematian-gajah.html
true
1914908294925827969
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy