Untuk Pasang Iklan disini, silahkan hubungi kami di : 0895-0204-5858 (WA / admin : Den Mas) - Ikuti kami di : YouTube : www.youtube.com/c/NetizenWord --- IG : netizenword --- Snack Video : netizen_word --- Tik Tok : @netizen_word

Penemuan Sebuah Bangunan Candi dari Abad ke 10 di Kota Batu


Jatim - Pada tanggal 7 sampai 16 Februari 2020, BPCB Jawa Timur bekerja sama dengan Pemdes Pendem, Komunitas Bumi Palapa, dan Dinas Pariwisata Pemkot Batu melaksanakan ekskavasi arkeologi tahap ketiga di Situs Pendem  yang terletak di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Kegiatan ekskavasi ini untuk melanjutkan kegiatan sebelumnya yang telah dilaksanakan pada bulan Desember 2019.

Tujuan ekskavasi tahap ketiga ini adalah untuk mencari bentuk, keluasan dan fungsi dari struktur bata yang telah nampak dari hasil kegiatan ekskavasi tahap 1 dan tahap 2 sebelumnya.

Selain itu, untuk melindungi struktur bata tersebut dari kerusakan yang disebabkan oleh panas dan hujan, maka dianggap perlu juga dilakukan pembuatan atap pelindung di situs pendem.

Ekskavasi yang telah dilakukan selama tiga tahap ini berhasil membuka kotak gali seluas 10 m x 8 m.

Dari luasan galian tersebut berhasil menampakkan profil pondasi bangunan bata berukuran 7,5 m x 7,5 m yang tersusun dari 6 lapis bata, dengan dimensi bata penyusun berukuran panjang 35-36 cm, lebar 25-26 cm, dan tebal 9-10 cm. Bentuk bangunan memiliki arah orientasi 103 derajat dari arah utara kompas.

Pada bagian tengah bangunan ditemukan konsentrasi tumpukan bongkah2 batu-batu andesit yang kemudian menyulitkan proses ekskavasi. namun ketika batu-batu tersebut diangkat, dikedalaman 1 meter dari tanah permukaan ditemukan lubang sumuran berbentuk bujur sangkar berukuran 2,1 m x 2,1 m. konsentrasi batu-batu andesit pun masih menutup lubang sumuran hingga ke dalam. Penggalian di sumuran dihentikan di kedalaman 1,20 m karena waktu pengerjaan sudah mencapai hari terakhir. lubang sumuran diduga masih lebih dalam karena tatanan bata masih terus berlanjut ke dalam.

Dalam ekskavasi kali ini ditemukan beberapa pecahan tembikar dari beberapa wadah berhias, seperti bejana, tempayan, dan vas. Ditemukan cuma pecahan mulut botol kaca, yang diduga berasal dari masa kolonial.

Temuan ekskavasi kali ini semakin menguatkan dugaan sebelumnya yang memperkirakan bahwa struktur bata kuno yang berada di Situs Pendem ini merupakan sisa bangunan candi.

Satu hal yang cukup menarik adalah Keberadaan candi di Situs Pendem ini tidak terdeteksi dalam catatan masa Hindia-Belanda tentang Tinggalan Purbakala di Indonesia, yaitu Rapporten Oudhe-inkudig Commisie op Java en Madoera (ROC) pada awal 1900 dan di dalam Oudheidkundg Verslag (OV) pada 1920. Kedua sumber laporan itu hanya memuat keberadaan yoni dan nandi di Pendem, tapi tidak menyebut adanya candi.

Namun dari sumber sejarah lain, yaitu catatan perjalanan sesorang asal Belanda yang bernama JI van Sevenhoven, disebutkan bahwa ia menjelajah malang pada 1812.

Dalam sumber tertulis tersebut, ia melintasi kebun kopi di Naya yang kini menjadi Dinoyo, dan kemudian melintasi Alu yang mungkin kini menjadi Ngelo. Setelah dari Alu, ia berlanjut ke Kaling yang kini menjadi Sengkaling.

Setelah dari Kaling, Sevenhoven kemudian menyeberangi Sungai Brantas dan menjumpai adanya candi. Namun dalam catatan Sevenhoven tidak menyebutkan nama candi tersebut.

Diperkirakan bangunan candi di Situs Pendem diduga kuat merupakan bangunan candi yang disebut dalam Prasasti Sangguran yang menurut catatan Verbeek pada tahun 1836 ditemukan di Ngandat, Mojorejo. Letak ngandat dengan situs Pendem hanya berjarak 1 km, yang kedua lokasi ini dipisahkan oleh sungai brantas. Prasasti sangguran yang berangka tahun 850 saka atau 928 masehi, menyebutkan tentang sebuah candi I Sang Hyang Prasada Kabhaktyan ing sima Kajurugusalyan  i Mananjung. 

Berdasarkan sumber sejarah dan bukti arkeologis, bangunan candi di situs pendem masih berdiri hingga tahun 1812, namun pada tahun 1900an, bangunan candi ini tidak dapat ditemukan lagi. Dengan demikian, bangunan candi di lokasi ini sepertinya sengaja di pendam dengan bongkah batu-batu andesit dan tanah diantara tahun 1812-1900. Temuan koin bertuliskan “Nderland Indie 1825”, dan koin bertuliskan "Java 1810", serta pecahan mulut botol yang ditemukan diantara tatanan bata saat ekskavasi memperkuat dugaan tersebut. Sepertinya peristiwa itu pun terekam dalam memori masyarakat dan kini menjadi nama desa, yaitu desa pendem. (netz)



Sumber : kemendikbud jatim

Dikunjungi :



Name

Aceh,1,AHY,2,Air Terjun Coban Drajat,1,Artikel,62,Bakesbang,1,Baksos,20,Bali,12,Balikpapan,1,Balon Laka - Lantas,3,Balon Lebaran,2,Balon Udara,6,Bangkalan,14,Bansos,1,Banten,2,Banyumas,1,Banyuwangi,30,Batu Pirus,1,Baznas,1,Bekasi,2,Bendungan Bendo,1,Berdirinya Madiun,1,Berita,276,Bhayangkari,12,Binrohtal,1,Blitar,16,Blora,1,BLT DD,1,Bojonegoro,19,Bondowoso,18,BPD,1,Brebes,1,Brimob,1,Budaya,3,Bukit Soeharto,1,Burung Langka,1,Cegah Covid-19,140,Cerita Bermakna,21,Cirebon,3,CPNS,1,Cuaca,14,Daftar Raja - Raja Majapahit,1,DAMRI,1,Dana Desa 2020,3,Dana Desa 2021,1,Daya Spiritual,5,Demak,1,Desa Bancar,5,Desa Gondowido,1,Desa Koripan,1,Desa Membangun,1,Desa Nongkodono,1,Dewan,37,Dewan Pers,2,Dinas Perkim,1,Dompet Dhuafa,1,DPR RI,2,DPRD,1,DPRD Ponorogo,1,Dunia Spiritual,7,Ekonomi,35,Erupsi Semeru,9,Fenomena Alam,7,Giat,309,GPDRR,1,Grebeg Suro,4,Gresik,37,H. Ipong Muchlissoni,2,Hari Santri,1,Hj. Sri Wahyuni,3,Hoegeng Award,1,Hukum,1,IKN,2,INCAR,1,Info kesehatan,23,IPHI,1,IPSI,1,Iptek,11,Jakarta,29,Jambi,1,Jatim,157,Javanese Spiritual,12,Jawa Barat,1,Jawa Tengah,3,Jejak Spiritual,11,Jember,26,Jombang,12,JTI,1,Kabar-kabari,3,Kabupaten ODF,1,KalTim,2,Kampung Kertoembo,1,Kampung Pancasila,1,Kampung Tangguh Semeru,4,Kamtibmas,1,Kapolri,138,Kasus,151,Kebakaran,1,Kebangsaan,1,Kediri,16,Kediri Kota,7,Keris,10,Kesehatan,7,Kinemaster,1,Kodim 0802/Ponorogo,34,Kodim 0803/Madiun,1,Kompolnas RI,1,Konawe Sulawesi Tenggara,1,KOTEKA,1,KPU,1,Kue Klepon,1,Kuliner,9,Kunker,1,Laka - Lantas,15,Lamongan,19,Lasmini,1,Lebaran 2022,8,Lumajang,25,Madiun,63,Madiun Kota,20,Magetan,13,Malang,29,Malang Kota,24,Maluku,1,Media Siber,1,Mitos - Mistik,12,Mobil Covid Hunter,1,Mojokerto,27,Mojokerto Kota,13,Mudik 2022,7,Narkoba,30,Nataru,1,Nawacita,2,Netizen Jatim,1,Nganjuk,17,Ngawi,22,NTB,2,NTT,2,NU,1,Olah raga,13,Operasi Patuh,1,Operasi Zebra,7,Ops Ketupat,1,Ops Lilin,4,Ops Semeru,3,Ops Yustisi,20,Orang Meninggal,14,Outomotif,1,Pacitan,10,Palembang,1,Pamekasan,15,Papua,4,Partai NasDem,2,Pasuruan,22,Pati,1,Pekanbaru,5,Pembangunan,8,Pemerintahan,2,Pemilu 2024,1,Pendidikan,14,Penemuan,7,Peristiwa,106,Pertanian,9,Pesona Indonesiaku,30,Photo News,1,Pilkada,15,Pilkades,6,PKS Ponorogo,1,Polda Jatim,179,Polda NTB,1,Polres,185,Polres Batu,32,Polres Madiun,11,Polres Madiun Kota,66,Polres Magetan,1,Polres Malang,4,Polres Nganjuk,4,Polres Ngawi,46,Polres Ponorogo,317,Polres Sukorejo,1,Polres Sumenep,2,Polresta,2,Polri,470,Polsej Padas,1,Polsek Babadan,9,Polsek Badegan,9,Polsek Balong,5,Polsek Bungkal,4,Polsek Jambon,3,Polsek Jetis,1,Polsek Jiwan,2,Polsek Jogorogo,2,Polsek Karangjati,2,Polsek Kartoharjo,2,Polsek Kauman,2,Polsek Kedunggalar,3,Polsek Mlarak,12,Polsek Ngebel,3,Polsek Ngerambe,1,Polsek Ngrambe,11,Polsek Ngrayun,13,Polsek Padas,1,Polsek Pangkur,1,Polsek Paron,4,Polsek Pitu,1,Polsek Ponorogo,6,Polsek Pudak,1,Polsek Pulung,18,Polsek Sambit,3,Polsek Sampung,3,Polsek Sawahan,1,Polsek Sawoo,3,Polsek Siman,18,Polsek Sine,3,Polsek Slahung,12,Polsek Sooko,26,Polsek Sukorejo,22,Polsek Sumoroto,6,Polsek Taman,1,Polsek Widodaren,1,Polwan,11,Ponorogo,316,PPWI,1,Presiden Joko Widodo,5,Probolinggo,41,Program PTSL,1,PSHT,7,PSHT Pusat Madiun,2,Publik,23,Puncak Jaya,253,Rekor MURI,1,Religi,12,Resnarkoba,1,Reyog,2,Riau,3,S.Sos,1,Sampang,14,Satlantas,28,Satpol PP,3,Sejarah,146,Semarang,3,Sidoarjo,19,Situbondo,10,SMKN 2 Ponorogo,1,Srambang Park,2,Sugiri Sancoko,1,Sumatera Selatan,1,Sumenep,9,Surabaya,82,Tanaman Bermanfaat,30,Telaga Ngebel,1,Tips Bermanfaat,7,Titik Nol,2,TNI,95,Tokoh,43,TP PKK,13,Tradisi,8,Trenggalek,11,Tuban,5,Tulungagung,12,Umum,10,UNESCO,1,Vaksinasi,113,Virus Corona,20,Waduk Bendo,1,Wayang,7,Wisata Daerah,63,Wisata Religi,18,WTP,1,Yogyakarta,2,
ltr
item
Netizen Word: Penemuan Sebuah Bangunan Candi dari Abad ke 10 di Kota Batu
Penemuan Sebuah Bangunan Candi dari Abad ke 10 di Kota Batu
https://1.bp.blogspot.com/-QEdjQZHECNg/XkzfKL9EMFI/AAAAAAAAEhI/BzQUzREB-JchqQoChG5hOota_2olGiYvwCLcBGAsYHQ/s320/IMG-20200219-WA0025.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-QEdjQZHECNg/XkzfKL9EMFI/AAAAAAAAEhI/BzQUzREB-JchqQoChG5hOota_2olGiYvwCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20200219-WA0025.jpg
Netizen Word
http://www.netizenword.com/2020/02/penemuan-sebuah-bangunan-candi-dari.html
http://www.netizenword.com/
http://www.netizenword.com/
http://www.netizenword.com/2020/02/penemuan-sebuah-bangunan-candi-dari.html
true
1914908294925827969
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy