Pemkab Pacitan Perkuat Komitmen Tekan Stunting, Target Nasional 14,2 Persen pada 2029
PACITAN, Netizeneord.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan memperkuat komitmen dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah pusat untuk menurunkan prevalensi stunting nasional menjadi 14,2 persen pada 2029.
Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melalui keikutsertaan dalam kegiatan Penandatanganan Komitmen Kepala Daerah dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Tahun 2026 yang diselenggarakan Sekretariat Wakil Presiden di Semarang, Jawa Tengah, pada 21–23 September 2026. Bupati Pacitan beserta jajaran mengikuti kegiatan secara daring dari ruang kerja bupati.
Sejumlah OPD yang terlibat dalam penanganan stunting turut mengikuti kegiatan tersebut, di antaranya BAPPERIDA, Dinas Kesehatan, serta Dinas KBPPPA.
Penandatanganan komitmen ini diharapkan memperkuat koordinasi lintas sektor agar program pencegahan dan penurunan stunting di Pacitan berjalan lebih intensif, terarah, dan berkelanjutan.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Pacitan tercatat sebesar 11,8 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran kondisi gizi balita di daerah yang perlu terus diperhatikan melalui penguatan program intervensi dan pencegahan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, MM, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga keluarga.
“Stunting merupakan musuh kita bersama. Untuk menghadapinya juga menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penurunan angka stunting dipengaruhi berbagai faktor, bukan hanya kondisi kesehatan, tetapi juga sanitasi, perilaku hidup bersih dan sehat, ketersediaan air bersih, serta kecukupan gizi.
Selain itu, perilaku sehat masyarakat juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan sejak masa kehamilan hingga anak tumbuh dan berkembang.
Karena itu, upaya percepatan penurunan stunting membutuhkan sinergi lintas sektor dan perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan. Dengan komitmen bersama, Pemkab Pacitan diharapkan mampu memperkuat pencegahan sekaligus menjaga agar prevalensi stunting di daerah terus terkendali.(E. Sus)
