SMKN 3 Pacitan Bersama BPBD Gelar Simulasi Tanggap Bencana
PACITAN — Kondisi geografis Kabupaten Pacitan yang didominasi wilayah perbukitan sekaligus memiliki garis pantai yang cukup panjang membuat daerah ini memiliki potensi berbagai bencana alam. Gempa bumi, tanah longsor, hingga banjir menjadi sejumlah ancaman yang perlu diantisipasi masyarakat.
Sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda, SMKN 3 Pacitan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan menggelar simulasi tanggap bencana di lingkungan sekolah, beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut diikuti seluruh keluarga besar SMKN 3 Pacitan. Simulasi dirancang sedemikian rupa untuk memberikan gambaran nyata kepada para siswa mengenai situasi yang mungkin terjadi ketika bencana datang secara tiba-tiba.
Simulasi diawali dengan bunyi sirene yang meraung-raung. Para siswa yang tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar kemudian berhamburan keluar ruangan untuk menyelamatkan diri.
Suasana dibuat semakin dramatis dengan adanya sejumlah siswa yang berperan sebagai korban pingsan akibat kepanikan. Teriakan meminta pertolongan dari berbagai penjuru juga menambah suasana gaduh sebagaimana kondisi kedaruratan yang sesungguhnya.
Meski demikian, seluruh rangkaian tersebut merupakan bagian dari skenario simulasi yang bertujuan melatih siswa agar mampu mengambil tindakan secara cepat, tepat, dan tetap tenang ketika menghadapi bencana.
Kepala SMKN 3 Pacitan, Aris Sunarno, S.Pd., M.M., mengatakan bahwa sikap tenang, konsentrasi, serta kecepatan dalam mengambil tindakan sangat diperlukan ketika menghadapi situasi bencana.
“Sikap dan konsentrasi sangatlah diperlukan oleh setiap individu dalam menghadapi bencana. Ketika bencana datang, kita dituntut untuk bersikap tenang dan bergerak cepat,” ungkapnya.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut para siswa diharapkan tidak hanya memahami langkah penyelamatan diri, tetapi juga memiliki kepedulian dan empati terhadap orang lain yang menjadi korban bencana.
“Diharapkan dengan adanya simulasi tanggap bencana ini para siswa bisa mengambil sikap yang tepat dalam menghadapi bencana, terutama sikap empati kepada para korban. Sehingga melalui kegiatan ini, para siswa nantinya dalam bersosial di masyarakat akan membawa manfaat bagi orang lain,” imbuh Aris.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kabupaten Pacitan yang telah memberikan edukasi mengenai kesiapsiagaan dan penanganan keadaan darurat kepada para siswa.
“Terima kasih kami sampaikan kepada BPBD Kabupaten Pacitan yang telah dengan semangat dan ikhlas berkenan memberikan edukasi kedaruratan kepada anak-anak kami. Siap Siaga, Tanggap, Selamat Bersama,” tegasnya.
SMKN 3 Pacitan yang beralamat di Jalan Letjend Suprapto No. 47, Pacitan, selama ini terus berupaya memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik. Selain pendidikan akademik, berbagai kegiatan pembinaan dan edukasi di luar pembelajaran juga dilakukan sebagai bagian dari persiapan siswa menghadapi kehidupan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan simulasi tanggap bencana ini, sekolah berharap para siswa memiliki kesadaran bahwa kesiapsiagaan bukan hanya untuk menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari kepedulian sosial dan upaya mengurangi risiko korban ketika bencana benar-benar terjadi.(E. Sus)

