🔲 UPDATE

DPRD Magetan Memperkuat Sinergi Dalam Menjaga Stabilitas Harga Telur

Magetan - Audensi peternak ayam petelur bersama Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Magetan, Hj.Rita Haryati, Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa, S.H., S.I.K., M.M. berlangsung di Ruang Eksekutif Polres Magetan, Kamis (6/8/2026).

Hadir dalam audensi jajaran anggota DPRD Kabupaten Magetan, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Plt. Kepala Disperindag, Kabag Perekonomian dan SDA, Kabid Pangan Dinas Lingkungan Hidup, Ketua Paguyuban Ternak Rakyat Indonesia (PATERAIN), Ketua Pinsar Petelur Nasional (PPN) Kabupaten Magetan, perwakilan peternak ayam petelur, pedagang telur, serta pelaku Poultry Shop (PS).

Dalam pertemuan Parlan mewakili para peternak menyampaikan keluhan tingginya biaya produksi, harga jual telur yang berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP), sehingga merugikan peternak.

Disisi lain para pedagang telur juga menyampaikan bahwa mereka terpaksa mengikuti harga pasar dari daerah lain agar tetap mampu bersaing, sementara pelaku Poultry Shop mengungkapkan adanya penurunan tajam permintaan DOC (Day Old Chick) akibat belum stabilnya harga telur.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan, drh. Nur Haryani menjelaskan data di Kabupaten Magetan memiliki 1.036 peternak ayam petelur dengan populasi sekitar 2.936.400 ekor ayam yang mampu menghasilkan sekitar 79.273 kilogram telur setiap hari, sedangkan kebutuhan masyarakat Magetan hanya sekitar 30.341 kilogram per hari. Kondisi ini menjadi over produksi dan menyebabkan harga telur terus mengalami penurunan.

"Kondisi yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh tingginya produksi telur dibandingkan kebutuhan pasar." ujarnya

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Magetan, Hj. Rita Haryati, menyampaikan bahwa kondisi yang dikeluhkan peternak dan pedagang memang nyata terjadi di lapangan ini segera mendapat perhatian bersama.

Menurutnya, pemetaan populasi ayam petelur menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan antara produksi dan kebutuhan pasar sehingga harga telur dapat lebih stabil.

Ia mendorong adanya pemetaan populasi peternakan secara menyeluruh sebagai langkah penting untuk menjaga keseimbangan antara produksi dan kebutuhan pasar.

DPRD Kabupaten Magetan juga siap memperjuangkan aspirasi peternak dengan mengirimkan surat kepada DPR RI agar regulasi terkait tata kelola perunggasan diperkuat sehingga memiliki dasar hukum yang lebih mengikat.

Ditempat yang sama, Kapolres Magetan menegaskan bahwa Polres Magetan sebagai bagian dari Satgas Pangan akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan guna menjaga stabilitas perdagangan telur.

"Ia juga menginstruksikan jajaran Polsek untuk berkoordinasi dengan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar mengutamakan pembelian telur dari peternak lokal sesuai Harga Acuan Pembelian, sehingga mampu membantu meningkatkan kesejahteraan peternak."tegasnya

Hasil audiensi seluruhnya menyepakati komitmen bersama untuk menjaga stabilitas perdagangan telur ayam ras di Kabupaten Magetan, di antaranya menjaga persaingan usaha yang sehat dan adil, memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga pangan, melindungi peternak lokal, serta mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.(yk)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar