Wakil Bupati Magetan Penyerahan kegiatan Anting Emas Anak Asuh di Dampingi Dinas Kesehatan
Magetan - Penyerahan anting emas oleh Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, S.H., M.H. kepada anak asuh Albarra Abbiya Natha di dusun Banjeng, RT. 6 RW. 1 Desa Tulung Kec. Kawedanan Magetan, Rabu (20/5/2026)
Kehadiran Wakil Bupati di rumah Albarra Abbiya Natha didampingi Kepala Puskesmas Kawedanan dr. Siti Maifuroh beserta tim kesehatan, Kepala Desa Tulung serta perangkat lainnya.
Dalam kunjungan Wakil Bupati Magetan tersebut melihat kondisi Albarra Abbiya Natha usia 2 tahun yang mengalami kekurangan gizi dalam bertumbuhannya.
Wakil Bupati Magetan, Suyatni menyampaikan Pemerintah memperhatikan kesehatan anak yang mengalami kekurangan gizi.
Menurutnya, orang tua harus selalu memberikan asupan bergizi kepada anak dan asupan gizi tidak harus mahal bisa berupa makan ikan lele, hal ini untuk mencegah stanting pada anak," tuturnya.
Kepala Puskesmas Kawedanan dr. Siti Maifuroh, menambahkan Albarra Abbiya Natha merupakan balita kurang gizi yang berat badannya dibawah dari garis merah namun belum sampai stanting. Untuk itu diberikan makanan tambahan gizi agar tidak menjadi stanting.
"Dari faktor kesehatan fisik secara umum tidak ada kelainan - kelainan seperti serangan jantung atau kelainan lainnya," ujarnya.
Pihak puskesmas akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap ibu dan anak tersebut. Pemeriksaan anak bilamana terdapat kuman Tuberkulosis (TBC) di dalam tubuhnya, bila ada kuman TBC akan diobati agar penyembuhannya lebih cepat dan berat badannya meningkat.
Hasil pemantauan di buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) orang tua Albarra tertib setiap bulan hadir di posyandu untuk melakukan pemeriksaan, namun bertumbuhan anak naik sedikit sedikit dan tidak naik sampai ke garis merah.
![]() |
| dr. Siti Maifuroh. |
Menurut dr. Siti Maifuroh, dalam bulan Mei ini kurang 1 kg untuk bisa sampai diatas garis merah, untuk itu kita dikejar dengan pola makan kita perbaiki, pola gizinya kita perbaiki untuk berat badannya bisa naik dengan baik, berharap sampai di atas garis merah menjadi baik tidak terjadi stanting.
"Penyebab kurang gizi disebabkan dari kurangnya tidur siang, suka bermain, terlalu aktif," terangnya.
Albarra mendapat perhatian khusus dari pihak Puskesmas Kawedanan ada kader yang memantau selalu perkembangannya.
Orang tua cukup operaktif, sejak tahun kemarin Albarra sudah berada di garis merah, pihak puskesmas sudah ada perhatian khusus berupa makanan jadi, namun si anak tidak suka, oleh karena itu pihak puskesmas memberikan bahan mentah berupa seperti ayam yang nanti dagingnya bisa di masak SOP atau soto dan kulitnya digoreng untuk camilan anaknya, anak membutuhkan energi yang tinggi untuk meningkatkan berat badannya.
Harapan dr. Siti Maifuroh dalam waktu 90 hari atau 3 bulan dari komitmen keluarganya, bisa teratasi dan semoga Albarra menjadi anak yang Sholeh dan menjadi pemimpin nanti," pungkasnya.(yk)

