🔲 UPDATE

Calon Jamaah Haji 2026 Ponorogo Puas dengan Sajian Catering Nusantara di Madinah

Madinah - Memasuki hari keempat pelaksanaan ibadah haji 2026, calon jamaah haji asal Ponorogo yang berada di Madinah mengaku merasa nyaman, terutama dengan sajian makanan catering bercita rasa Nusantara yang dinilai cocok di lidah.

Muhammad Yani, calon jamaah haji yang juga seorang jurnalis asal Ponorogo, melaporkan langsung dari Madinah bahwa menu makanan yang disajikan cukup variatif dan tidak menimbulkan kejenuhan. Pada hari ketiga, menu makan siang yang dikemas ala MBG terdiri dari nasi putih, daging sapi, kering teri dan kacang, serta buah pisang. Sementara untuk sarapan, jamaah mendapatkan nasi goreng, telur berbumbu, kering tempe, dan buah apel.

Menurut Yani, kesesuaian rasa makanan membuat banyak jamaah justru belum menyentuh bekal tambahan yang mereka bawa dari tanah air, seperti sambal pecel dan sambal terasi.

“Karena sajian makanan ala Nusantara ini cocok, banyak bekal tambahan dari Indonesia malah belum dimakan,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan oleh Slamet Abdillah, calon jamaah haji kloter SUB 19 Regu 30 asal Sinduro, Pakunden, Ponorogo. Ia mengaku sangat menikmati sajian yang diberikan, bahkan membagikan pengalamannya melalui pesan WhatsApp kepada rekan-rekannya di Kantor Kementerian Agama Ponorogo, KBIHU Al Haromain, serta Ketua MUI Ponorogo, Dr. Lutfi Hadi Aminudin.

“Pengalaman saya saat umroh dulu, makanan terasa menjemukan karena lidah kita tidak terbiasa dengan masakan Arab. Sekarang rasanya seperti makan di rumah sendiri,” ungkapnya.

Selain faktor makanan, kondisi cuaca di Madinah juga turut mendukung kenyamanan para jamaah. Pada hari keempat, suhu udara tercatat cukup bersahabat, yakni sekitar 23 derajat Celsius usai salat Subuh dan mencapai 27 derajat Celsius pada siang hari.

Cuaca yang nyaman ini bahkan berdampak positif pada kondisi kesehatan jamaah. Salah satunya dirasakan oleh Jemari, calon jamaah haji kloter SUB 19 asal Ronowijayan. Sebelumnya, ia mengaku sering mengalami nyeri kaki saat berjalan di tanah air. Namun di Madinah, ia justru mampu berjalan lebih jauh, bahkan rutin bolak-balik ke Masjid Nabawi untuk melaksanakan salat lima waktu tanpa alat bantu.

“Alhamdulillah, kaki saya semakin membaik dan saya kuat berjalan jauh tanpa alat bantu,” tuturnya.

Dengan dukungan konsumsi yang sesuai selera serta kondisi cuaca yang bersahabat, para calon jamaah haji Ponorogo diharapkan dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih optimal dan khusyuk.(ny*) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar