Kunjungi juga channel youtube kami di : www.youtube.com/netizenword - Berbagi keindahan alam indonesia - Jangan lupa untuk : Like, Subscribe, Koment dan Share Video, agar berkembang Channelnya, bisa memberi informasi baru dan bermanfaat untuk kita semua, tentang keindahan alam Indonesia --------- Kunjungi juga channel youtube kami di : www.youtube.com/netizenword - Berbagi keindahan alam indonesia - Jangan lupa untuk : Like, Subscribe, Koment dan Share Video, agar berkembang Channelnya, bisa memberi informasi baru dan bermanfaat untuk kita semua, tentang keindahan alam Indonesia --------- Kunjungi juga channel youtube kami di : www.youtube.com/netizenword - Berbagi keindahan alam indonesia - Jangan lupa untuk : Like, Subscribe, Koment dan Share Video, agar berkembang Channelnya, bisa memberi informasi baru dan bermanfaat untuk kita semua, tentang keindahan alam Indonesia

Mengenal Pranata Mangsa Dalam Kalender Jawa


Pranata mangsa atau "ketentuan musim" adalah semacam penanggalan yang dikaitkan dengan kegiatan usaha pertanian, khususnya untuk kepentingan bercocok tanam atau penangkapan ikan.

Pranata mangsa berbasis peredaran matahari dan siklusnya (setahun) berumur 365 hari (atau 366 hari) serta memuat berbagai aspek fenologi dan gejala alam lainnya yang dimanfaatkan sebagai pedoman dalam kegiatan usaha tani maupun persiapan diri menghadapi bencana (kekeringan, wabah penyakit, serangan pengganggu tanaman, atau banjir) yang mungkin timbul pada waktu-waktu tertentu.

Penanggalan seperti ini juga dikenal oleh suku-suku bangsa lainnya di Indonesia, seperti etnik Sunda dan etnik Bali (di Bali dikenal sebagai Kerta Masa).

Beberapa tradisi Eropa mengenal pula penanggalan pertanian yang serupa, seperti misalnya pada etnik Jerman yang mengenal Bauern kalendar atau "penanggalan untuk petani".

Sebagai keperluan penelitian dan menandai pada tahun sebuah mangsa menggunakan angka tahun yang dimulai sejak 560 SM diambil dari Kelahiran Sang Budha sebagai penghormatan bagi agama yang pernah berkembang luas di nusantara, sehingga pada tanggal 30 Januari 2015 M adalah 39 Kapitu 2575 Mangsa.

Pranata mangsa dalam versi pengetahuan yang dipegang petani atau nelayan diwariskan secara oral (dari mulut ke mulut). Selain itu, ia bersifat lokal dan temporal (dibatasi oleh tempat dan waktu) sehingga suatu perincian yang dibuat untuk suatu tempat tidak sepenuhnya berlaku untuk tempat lain.

Petani, umpamanya, menggunakan pedoman pranata mangsa untuk menentukan awal masa tanam.

Nelayan menggunakannya sebagai pedoman untuk melaut atau memprediksi jenis tangkapan.

Selain itu, pada beberapa bagian, sejumlah keadaan yang dideskripsikan dalam pranata mangsa pada masa kini kurang dapat dipercaya seiring dengan perkembangan teknologi.

Pranata mangsa dalam versi Kasunanan (sebagaimana dipertelakan pada bagian ini) berlaku untuk wilayah di antara Gunung Merapi dan Gunung Lawu.

Setahun menurut penanggalan ini dibagi menjadi empat musim (mangsa) utama, yaitu musim kemarau atau ketigå (88 hari), musim pancaroba menjelang hujan atau labuh (95 hari), musim hujan atau dalam bahasa Jawa disebut rendheng (baca [rəndhəŋ ], 95 hari) , dan pancaroba akhir musim hujan atau marèng [marɛŋ], 86 hari) .

Musim dapat dikaitkan pula dengan perilaku hewan, perkembangan tumbuhan, situasi alam sekitar, dan dalam praktik amat berkaitan dengan kultur agraris.

Berdasarkan ciri-ciri ini setahun juga dapat dibagi menjadi empat musim utama dan dua musim "kecil": terang ("langit cerah", 82 hari), semplah ("penderitaan", 99 hari) dengan mangsa kecil paceklik pada 23 hari pertama, udan ("musim hujan", 86 hari), dan pangarep-arep ("penuh harap", 98/99 hari) dengan mangsa kecil panèn pada 23 hari terakhir.

Dalam pembagian yang lebih rinci, setahun dibagi menjadi 12 musim (mangsa) yang rentang waktunya lebih singkat namun dengan jangka waktu bervariasi. Tabel berikut ini menunjukkan pembagian formal menurut versi Kasunanan.

Perlu diingat bahwa tuntunan ini berlaku di saat penanaman padi sawah hanya dimungkinkan sekali dalam setahun, diikuti oleh palawija atau padi gogo, dan kemudian lahan bera (tidak ditanam).

Berikut Pranata Mangsa Utama (bagi petani) :

1. Kasa (Kartika) Ketiga - Terang 22 Juni – 1 Ags (41 hari) Sesotya murca ing embanan ("Intan jatuh dari wadahnya" > daun-daun berjatuhan) Daun-daun berguguran, kayu mengering; belalang masuk ke dalam tanah Saatnya membakar jerami; mulai menanam palawija.

2. Karo (Pusa) Ketiga - Paceklik 2 Ags – 24 Ags (23 hari) Bantala rengka ("bumi merekah") Tanah mengering dan retak-retak, pohon randu dan mangga mulai berbunga.

3. Katelu (Manggasri) Ketiga - Semplah 25 Ags – 18 Sept (24 hari) Suta manut ing bapa ("anak menurut bapaknya") Tanaman merambat menaiki lanjaran, rebung bambu bermunculan Palawija mulai dipanen.

4. Kapat (Sitra) Labuh - Semplah 19 Sept – 13 Okt (25 hari) Waspa kumembeng jroning kalbu ("Air mata menggenang dalam kalbu" > mata air mulai menggenang) Mata air mulai terisi; kapuk randu mulai berbuah, burung-burung kecil mulai bersarang dan bertelur Panen palawija; saat menggarap lahan untuk padi gaga.

5. Kalima(Manggakala) Labuh - Semplah 14 Okt – 9 Nov (27 hari) Pancuran mas sumawur ing jagad ("Pancuran emas menyirami dunia") Mulai ada hujan besar, pohon asam jawa mulai menumbuhkan daun muda, ulat mulai bermunculan, laron keluar dari liang, lempuyang dan temu kunci mulai bertunas Selokan sawah diperbaiki dan membuat tempat mengalir air di pinggir sawah, mulai menyebar padi gaga.

6. Kanem (Naya) Labuh - Udan 10 Nov – 22 Des (43 hari) Rasa mulya kasuciyan Buah-buahan (durian, rambutan, manggis, dan lain-lainnya) mulai bermunculan, belibis mulai kelihatan di tempat-tempat berair Para petani menyebar benih padi di pembenihan.

7. Kapitu (Palguna) Rendheng - Udan 23 Des – 3 Feb (43 hari) Wiså kéntir ing marutå ("Racun hanyut bersama angin" > banyak penyakit) Banyak hujan, banyak sungai yang banjir Saat memindahkan bibit padi ke sawah.

8. Kawolu (Wisaka) Rendheng - Pangarep-arep 4 Feb – 28/29 Feb (26/27 hari) Anjrah jroning kayun ("Keluarnya isi hati" > musim kucing kawin) Musim kucing kawin; padi menghijau; uret mulai bermunculan di permukaan.

9. Kasanga (Jita) Rendheng - Pangarep-arep 1 Mar – 25 Mar (25 hari) Wedharing wacana mulya ("Munculnya suara-suara mulia" > Beberapa hewan mulai bersuara untuk memikat lawan jenis) Padi berbunga; jangkrik mulai muncul; tonggeret dan gangsir mulai bersuara, banjir sisa masih mungkin muncul, bunga glagah berguguran.

10. Kasepuluh (Srawana) Mareng - Pangarep-arep 26 Mar – 18 Apr (24 hari) Gedhong mineb jroning kalbu ("Gedung terperangkap dalam kalbu" > Masanya banyak hewan bunting) Padi mulai menguning, banyak hewan bunting, burung-burung kecil mulai menetas telurnya.

11. Desta (Padrawana) Mareng - Panèn 19 Apr – 11 Mei (23 hari) Sesotya sinarawedi ("Intan yang bersinar mulia") Burung-burung memberi makan anaknya, buah kapuk randu merekah Saat panen raya génjah (panen untuk tanaman berumur pendek).

12. Sada (Asuji) Mareng - Terang 12 Mei – 21 Juni (41 hari) Tirta sah saking sasana ("Air meninggalkan rumahnya" > jarang berkeringat karena udara dingin dan kering) Suhu menurun dan terasa dingin (bediding) Saatnya menanam palawija: kedelai, nila, kapas, dan saatnya menggarap tegalan untuk menanam jagung.

Sejarah dan antropologi Praktik pertanian sebelum 1960-an di Jawa masih tergantung pada kebaikan alam dan "Dewi Sri".

Bentuk formal pranata mangsa diperkenalkan pada masa Sunan Pakubuwana VII (raja Surakarta) dan mulai dipakai sejak 22 Juni 1856, dimaksudkan sebagai pedoman bagi para petani pada masa itu.

Perlu disadari bahwa penanaman padi pada waktu itu hanya berlangsung sekali setahun, diikuti oleh palawija atau padi gogo.

Selain itu, pranata mangsa pada masa itu dimaksudkan sebagai petunjuk bagi pihak-pihak terkait untuk mempersiapkan diri menghadapi bencana alam, mengingat teknologi prakiraan cuaca belum dikenal.

Pranata mangsa dalam bentuk "kumpulan pengetahuan" lisan tersebut hingga kini masih diterapkan oleh sekelompok orang dan sedikit banyak merupakan pengamatan terhadap gejala-gejala alam.(*)




________________
Khasanah Budaya Jawa


Name

Aceh,1,Artikel,62,Baksos,19,Bali,1,Balon Laka - Lantas,3,Balon Lebaran,2,Balon Udara,4,Bangkalan,7,Banyuwangi,7,Bendungan Bendo,1,Berita,262,Bhayangkari,10,Binrohtal,1,Blitar,3,BLT DD,1,Bojonegoro,4,Bondowoso,1,BPD,1,Budaya,2,Burung Langka,1,Cegah Covid-19,132,Cerita Bermakna,21,Cirebon,2,CPNS,1,Cuaca,14,Daftar Raja - Raja Majapahit,1,Dana Desa 2020,3,Dana Desa 2021,1,Daya Spiritual,5,Demak,1,Desa Bancar,1,Desa Gondowido,1,Desa Membangun,1,Dewan,33,DPR RI,1,DPRD,1,Dunia Spiritual,6,Ekonomi,31,Fenomena Alam,7,Giat,309,Gresik,25,H. Ipong Muchlissoni,1,Hari Santri,1,Hj. Sri Wahyuni,2,Hukum,1,Info kesehatan,23,Iptek,8,Jatim,79,Javanese Spiritual,12,Jejak Spiritual,11,Jember,8,Kabar-kabari,3,Kabupaten ODF,1,Kampung Tangguh Semeru,4,Kapolri,16,Kasus,78,Kebakaran,1,Kebangsaan,1,Kediri,2,Keris,9,Kesehatan,4,Kodim 0802/Ponorogo,8,KOTEKA,1,KPU,1,Kuliner,8,Kunker,1,Laka - Lantas,15,Lamongan,4,Lasmini,1,Lumajang,1,Madiun,49,Magetan,6,Malang,13,Mitos - Mistik,12,Mobil Covid Hunter,1,Mojokerto,12,Narkoba,14,Nganjuk,2,NTT,2,Olah raga,8,Operasi Patuh,1,Operasi Zebra,6,Ops Yustisi,14,Orang Meninggal,11,Outomotif,1,Pacitan,5,Pamekasan,2,Papua,2,Partai NasDem,1,Pasuruan,5,Pekanbaru,5,Pembangunan,4,Pendidikan,11,Penemuan,5,Peristiwa,73,Pertanian,6,Pesona Indonesiaku,30,Photo News,1,Pilkada,15,Pilkades,4,PKS Ponorogo,1,Polda Jatim,52,Polres,168,Polres Batu,8,Polres Ponorogo,109,Polres Sukorejo,1,Polresta,1,Polri,378,Polsek Balong,1,Polsek Bungkal,1,Polsek Jambon,1,Polsek Mlarak,2,Polsek Ngrayun,3,Polsek Ponorogo,1,Polsek Pulung,2,Polsek Sawoo,1,Polsek Siman,8,Polsek Slahung,3,Polsek Sooko,6,Polsek Sukorejo,11,Ponorogo,293,Presiden Joko Widodo,1,Probolinggo,4,Program PTSL,1,PSHT Pusat Madiun,1,Publik,23,Puncak Jaya,107,Rekor MURI,1,Religi,13,Reyog,1,Riau,3,S.Sos,1,Sampang,5,Satlantas,5,Satpol PP,3,Sejarah,142,Sidoarjo,1,Situbondo,2,Sugiri Sancoko,1,Sumenep,4,Surabaya,1,Tanaman Bermanfaat,30,Tips Bermanfaat,7,TNI,87,Tokoh,43,TP PKK,13,Tradisi,8,Trenggalek,2,Tulungagung,4,Umum,10,Vaksinasi,46,Virus Corona,20,Waduk Bendo,1,Wayang,8,Wisata Daerah,53,Wisata Religi,18,
ltr
item
Netizen Word: Mengenal Pranata Mangsa Dalam Kalender Jawa
Mengenal Pranata Mangsa Dalam Kalender Jawa
https://1.bp.blogspot.com/-cnKM2omHP0w/Xb-Wqt9_WuI/AAAAAAAADZE/ogeR4D8U0q4gN_HUmEV-VLzVNyINI6zCACLcBGAsYHQ/s320/IMG-20191104-WA0002.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-cnKM2omHP0w/Xb-Wqt9_WuI/AAAAAAAADZE/ogeR4D8U0q4gN_HUmEV-VLzVNyINI6zCACLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20191104-WA0002.jpg
Netizen Word
https://www.netizenword.com/2019/11/mengenal-pranata-mangsa-dalam-kalender.html
https://www.netizenword.com/
http://www.netizenword.com/
http://www.netizenword.com/2019/11/mengenal-pranata-mangsa-dalam-kalender.html
true
1914908294925827969
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy