Untuk Pasang Iklan disini, silahkan hubungi kami di : 0895-0204-5858 (WA / admin : Den Mas) - Ikuti kami di : YouTube : www.youtube.com/@netizenword --- IG : exploreyuk.my.id --- Snack Video : netizen_word --- Tik Tok : @netizen_word

Islam di Masa Kerajaan Majapahit

Komplek Makam Trolaya (foto tempo dulu/tropenmuseum).
Netizenword - Menurut Prasasti Waringinpitu Yang dikeluarkan Oleh Raja Kertawijaya pada 1369 Saka (1447). Menyebut nama - nama di Pejabat Birokrasi Kerajaan di Tingkat Pusat.

Diundang Dharmmadhyaksa cincin kasaiwan ( pejabat tinggi yang mengurusi Agama Siwa ) dan  Dharmmadhyaksa cincin kasogatan ( pejabat tinggi yang mengurusi Agama Buddha ).

Dari keterangan itu, menurut arkeolog dan epigraf Hasan Djafar , dapat diketahui di Kerajaan Majapahit lebih dari dua agama resmi, yaitu Agama Siwa dan Agama Buddha.

Pada perkembangannya, yaitu kompilasi Majapahit akhir, peran agama Buddha seakan “menghilang”. Sementara bangunan sucinya sangat bercorak Siwa. Ini menunjukkan hubungan yang erat antara kedua agama itu. Oleh beberapa sarjana, hubungan ini disebut dengan berbagai istilah. H. Kernabungkan percampuran. NJ Krom, WH Rassers, dan PJ Zoetmulder setuju perpaduan. Sedangkan Th. G. Th. Pigeaudundang kesejajaran.

“Hubungan ini benar-benar telah berlangsung dari masa sebelumnya sehingga-agama agama Buddha telah terlebur menyatu dalam agama Siwa,” jelas Hasan dalam “Beberapa Catatan Mengenai Agama Pada Masa Majapahit Akhir” termuat di pertemuan Ilmuan Arkeologi IV .

Suasana itu tergambar pula hearts Sumber kesusasteraan Dari masa Hayam Wuruk. Menurut Mpu Tantular dalam Kakawin Sutasoma dan Kakawin Arjunawiwaha, pada dasarnya antara kedua agama itu tidak berbeda.

Pengakuan adanya Kepercayaan itu Nampak lewat berita hearts prasasti Yang pernah dikeluarkan pada Gajah Mada 1351. Di dalamnya tercatat soal Pembangunan caitya Bagi Kertanegara Dan para brahmana tertinggi Siwa Dan Buddha.

Menurut arkeolog Universitas Indonesia , Agus Aris Munandar hearts Gajah Mada Biografi Politik , Bangunan caitya Yang Dibuat Gajah Mada Sangat mungkin Adalah Candi Singhasari Sekarang. Prasasti itu ditemukan di halaman candi.

Bentuk candi ini unik. Ia bersifat Hindu dan Buddha sekaligus. "Itu mungkin karena candi yang dibuat untuk menghormati Kertanegara yang memuja Siwa dan Buddha," kata Agus.

Islam di Majapahit

Kendati bukan agama resmi negara, jejak Islam juga sudah kuat di Majapahit. Bukti kehadiran Islam dapat dihadiri melalui pemakaman Islam kuno di Desa Trolaya, Trawulan, Mojokerto. Tak jauh dari situ diubah merupakan kompleks Kedaton Majapahit.

Dari nisannya, makam-makam ini berasal dari 1203 dan 1533 Saka (1281 dan 1611). Artinya, pada masa jayanya, di bawah pemerintahan Hayam Wuruk, banyak penduduk Majapahit yang memeluk Islam.

“Melihat letak pemakaman ini, tidak jauh dari kedaton, dapat disangkal ini adalah permakaman untuk penduduk kota Majapahit dan keluarga raja yang telah beragama Islam,” tulis Hasan.

Dari Keterangan Ma Huan, seorang muslim dan penerjemah resmi Laksamana Cheng Ho, dalam Ying-yai Sheng-lan meminta jika di Majapahit termasuk tiga golongan penduduk. Salah satunya penduduk muslim. Mereka adalah saudagar yang datang dari berbagai kerajaan di barat.

Gramadewata

Semua kepercayaan itu lalu berkembang bersama agama rakyat yang masih tetap ada. Arkeolog Agus Aris Munandar di Wilwatikta Prana menyebut beberapa daerah pedalaman Jawa Timur, dijumpai arca-arca yang bukan bercirikan Hindu maupun Buddha. Arca-arca yang ditemukan di reruntuhan bangunan kuno yang bukan bekas bangunan candi dari kedua agama itu.

"Arca-arca yang kemudian dapat dianggap sebagai arca dewa lokal yang hanya bisa dipuja di kampung saja atau disebut  gramadewata.

Sayangnya, kajian terhadap arca-arca belum dilakukan secara tuntas. Apalagi soal kepercayaan yang menyertainya.

Kedati begitu, kata Agus, arca-arca bisa jadi mencerminkan nenek moyang kampung-kampung tertentu yang harus mangkat dan dianggap dewa. Praktik memuja nenek moyang telah ada sebelum Hindu-Buddha masuk ke Nusantara. Memenangkan, masyarakat prasejarah memuja arwah pemimpin kampung atau kelompok yang dipilih pendukungnya.

Ketika masuk Hindu - Buddha masuk, nenek moyang itu lalu digambarkan dengan atribut dewa-dewi India. Jika tidak, kata Agus, dalam masyarakat Majapahit masih ada populasi yang tetap mempertahankan kepercayaan asli yang mungkin berawal dari masa prasejarah.

“Pada zaman Majapahit kehidupan beragama dalam masyarakat berkembang secara wajar. Bukannya saling menggangu, dan mengajak setiap kelompok mengadakan ritual masing-masing.(*)



Sumber : historia id

Dikunjungi :

Post Baru.....$type=carousel



Name

1 Abad PSHT,1,Aceh,1,AHY,2,Air Terjun Coban Drajat,1,Artikel,62,Bakesbang,1,Baksos,23,Bali,13,Balikpapan,1,Balon Laka - Lantas,3,Balon Lebaran,2,Balon Udara,6,Bandung,1,Bangkalan,16,Bansos,2,Banten,2,Banyumas,1,Banyuwangi,36,Batik,1,Batu Pirus,1,Baznas,1,Bekasi,2,Bendungan Bendo,1,Berdirinya Madiun,1,Berita,322,Bhayangkari,13,Binrohtal,1,Blitar,23,Blora,1,BLT DD,1,Bojonegoro,24,Bondowoso,25,BPD,1,Brebes,1,Brimob,2,Budaya,4,Bukit Soeharto,1,Burung Langka,1,Cegah Covid-19,140,Cerita Bermakna,21,Cirebon,3,CPNS,1,Cuaca,14,Daerah,1,Daftar Raja - Raja Majapahit,1,DAMRI,1,Dana Desa 2020,3,Dana Desa 2021,1,Daya Spiritual,5,Demak,1,Desa Bancar,5,Desa Gondowido,1,Desa Koripan,1,Desa Membangun,1,Desa Nongkodono,1,Desa Pager,1,Dewan,40,Dewan Pers,3,Dinas Perkim,1,Dompet Dhuafa,1,DPR RI,2,DPRD,1,DPRD Ponorogo,5,Dunia Spiritual,7,Ekonomi,35,Erupsi Semeru,9,Fenomena Alam,7,G20,2,Giat,309,GPDRR,1,Grebeg Suro,4,Gresik,41,H. Ipong Muchlissoni,2,Hari Santri,1,Hj. Sri Wahyuni,3,Hoegeng Award,1,Hukum,1,IKN,3,INCAR,1,Info kesehatan,23,IPHI,1,IPSI,1,Iptek,12,Jakarta,29,Jambi,1,Jatim,170,Javanese Spiritual,12,Jawa Barat,1,Jawa Tengah,3,Jejak Spiritual,11,Jember,32,Jombang,16,JTI,1,Kabar-kabari,3,Kabupaten ODF,1,KalTim,2,Kampung Kertoembo,1,Kampung Pancasila,1,Kampung Tangguh Semeru,4,Kamtibmas,1,Kapolri,155,Kasus,215,Kebakaran,1,Kebangsaan,1,Kediri,20,Kediri Kota,8,Keris,10,Kesehatan,7,KI Award,1,Kinemaster,1,Kirab Merah Putih,2,Kodim 0802/Ponorogo,47,Kodim 0803/Madiun,1,Kompolnas RI,1,Konawe Sulawesi Tenggara,1,KOTEKA,1,KPU,1,Kue Klepon,1,Kuliner,9,Kunker,1,Laka - Lantas,15,Lamongan,24,Lasmini,1,Lebaran 2022,8,Lumajang,26,Madiun,63,Madiun Kota,21,Magetan,16,Malang,45,Malang Kota,35,Maluku,1,Media Siber,1,Mitos - Mistik,12,Mobil Covid Hunter,1,Mojokerto,34,Mojokerto Kota,16,Mudik 2022,7,Narkoba,38,Nataru,1,Nawacita,2,Netizen Jatim,1,Nganjuk,20,Ngawi,22,NTB,2,NTT,2,NU,2,Olah raga,18,Operasi Patuh,1,Operasi Zebra,7,Ops Ketupat,1,Ops Lilin,4,Ops Semeru,7,Ops Yustisi,20,Orang Meninggal,15,Outomotif,1,Pacitan,10,Palembang,1,Pamekasan,16,Papua,4,Partai NasDem,3,Pasuruan,28,Pati,1,Pekanbaru,5,Pembangunan,11,Pemerintahan,2,Pemilu 2024,1,Pendidikan,20,Penemuan,8,Peristiwa,132,Pertanian,12,Pesona Indonesiaku,30,Photo News,1,Pilkada,15,Pilkades,13,PKS Ponorogo,1,Polda Jatim,200,Polda NTB,1,Polres,185,Polres Batu,36,Polres Madiun,13,Polres Madiun Kota,70,Polres Magetan,2,Polres Malang,5,Polres Nganjuk,4,Polres Ngawi,52,Polres Ponorogo,412,Polres Sukorejo,1,Polres Sumenep,2,Polresta,2,Polri,482,Polsej Padas,1,Polsek Babadan,9,Polsek Badegan,11,Polsek Balong,6,Polsek Bungkal,4,Polsek Jambon,4,Polsek Jetis,2,Polsek Jiwan,2,Polsek Jogorogo,2,Polsek Karangjati,2,Polsek Kartoharjo,2,Polsek Kauman,2,Polsek Kedunggalar,3,Polsek Mlarak,16,Polsek Ngebel,4,Polsek Ngerambe,1,Polsek Ngrambe,11,Polsek Ngrayun,19,Polsek Padas,1,Polsek Pangkur,1,Polsek Paron,4,Polsek Pitu,1,Polsek Ponorogo,7,Polsek Pudak,3,Polsek Pulung,28,Polsek Sambit,3,Polsek Sampung,3,Polsek Sawahan,1,Polsek Sawoo,3,Polsek Siman,19,Polsek Sine,3,Polsek Slahung,12,Polsek Sooko,28,Polsek Sukorejo,26,Polsek Sumoroto,8,Polsek Taman,1,Polsek Widodaren,2,Polwan,19,Ponorogo,324,PPWI,1,Presiden Joko Widodo,6,Probolinggo,56,Program PTSL,1,PSHT,7,PSHT Pusat Madiun,2,Publik,23,Puncak Jaya,357,Rekor MURI,1,Religi,12,Reog,5,Resnarkoba,1,Reyog,2,Riau,3,S.Sos,1,Sampang,16,Satlantas,36,Satpol PP,3,Sejarah,147,Semarang,3,Sidoarjo,22,Situbondo,11,SMKN 2 Ponorogo,1,Sosial,2,Srambang Park,2,Sugiri Sancoko,1,Sumatera Selatan,1,Sumenep,11,Surabaya,105,Tanaman Bermanfaat,30,Telaga Ngebel,1,Tips Bermanfaat,7,Titik Nol,2,TNI,97,Tokoh,43,TP PKK,13,Tradisi,8,Trenggalek,13,Tuban,5,Tulungagung,20,UMKM,1,Umum,10,UNESCO,2,Vaksinasi,117,Virus Corona,20,Waduk Bendo,1,Wayang,7,Wisata Daerah,65,Wisata Religi,18,WTP,1,Yogyakarta,2,
ltr
item
Netizen Word: Islam di Masa Kerajaan Majapahit
Islam di Masa Kerajaan Majapahit
https://1.bp.blogspot.com/-hxyNQLMx8sQ/XRTIvvx1_YI/AAAAAAAABkw/5PLAu_sFBhY_5KgYihBhrQLs7vC3gr6xgCLcBGAs/s320/IMG-20190627-WA0048.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-hxyNQLMx8sQ/XRTIvvx1_YI/AAAAAAAABkw/5PLAu_sFBhY_5KgYihBhrQLs7vC3gr6xgCLcBGAs/s72-c/IMG-20190627-WA0048.jpg
Netizen Word
https://www.netizenword.com/2019/06/komplek-makam-trolaya-foto-tempo.html
https://www.netizenword.com/
https://www.netizenword.com/
https://www.netizenword.com/2019/06/komplek-makam-trolaya-foto-tempo.html
true
1914908294925827969
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy