Portal News - NETIZENWORD.com. Berbagi informasi, tentang : sejarah, budaya, spiritual, wisata daerah, peristiwa dan informasi publik, berkontribusi sebagai Media Warga, untuk memberikan informasi dari berbagai peristiwa, kegiatan, baik daerah maupun nasional


Candi Kendalisada dan Cerita Masa Lalu


Berdasarkan kepercayaan masyarakat Jawa Kuno, ketika Dewa Wisnu dan Brahma memindahkan Mahameru dengan bantuan ular Resi Naga Wasuki di Bharatawarsa (India) menuju Jawadwipa, bagiannya tercecer di tanah Jawa Timur, dan sepotongnya menjelma menjadi Gunung Penanggungan atau Pawitra.

Bahkan, Pawitra sesungguhnya adalah puncak dari Semeru, gunung tertinggi di tanah Jawa ini. Tersebab itulah, dalam kitab Tantu Panggelaran dan Negarakertagama, Gunung Penanggungan dianggap sebagai gunung suci, berkaitan erat dengan religi dan tradisi. Di masa Mpu Sindok dan pra-Majapahit, gunung ini telah hadir sebagai wadah eksistensi kepercayaan masyarakat terhadap gunung sebagai tempat pemujaan para Dewa.

Gunung Penanggungan telah menyimpan ratusan situs yang menjadi catatan arkeologi sebagai bukti bahwa gunung ini lekat kaitannya dengan manusia yang hidup pada zamannya. Sebab itulah, Penanggungan didaulat dengan nama "Sang Kahyangan Jawadwipa". Salah satu situs purbakala di lereng gunung ini adalah Candi Kendalisada.

Candi ini dibangun pada awal kebangkitan Majapahit sebagai pemujaan pada Dewa; mungil, bernilai seni tinggi, dan sarat akan pembelajaran yang hakiki. Candi Kendalisada dikenal sebagai Kepurbakalaan LXV, berteras 3 dengan tiga altar di puncaknya. Di salah satu kompleks gua pertapaan Kendalisada, diukirlah sebuah relief tentang Mintaraga dan Nawaruci, penggalan epik suci Mahabharata.

Mempelajari kepurbakalaan sejatinya bukanlah kembali pada keterbatasan masa lampau. Namun, lebih dari itu, kita mencoba menggali makna sedalam-dalamnya untuk kesucian dan membangun jiwa. Seperti halnya kedua relief tersebut sangatlah sarat akan makna bila kita mau meneropong lebih dalam lagi.

Mintaraga berkisah tentang Arjuna yang sedang bertapa di Indrakila, memohon kejayaan di perang akbar Khurusetra. Namun, tapanya dibatalkan oleh Dewa Indra melalui 7 bidadari pimpinan Supraba, yang meminta bantuan untuk membunuh Niwatakawaca, raja raksasa, yang mengamuk di Kaendran (Indraloka). Sementara itu, Nawaruci menututurkan kisah perjalanan Bhima untuk mencari air kehidupan atau tirta amerta atas perintah mahaguru Drona.

Makna yang dapat kita ambil dari kisah Mintaraga adalah perkara proses. Laku tapa brata dapat diartikan sebagai sebuah pengendalian diri untuk menjalani sebuah proses dari awal sampai akhir dengan cara yang sama, ikhlas. Menerima segala tantangan dan rintangan untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuan. Segala sesuatu tidak ada yang jatuh begitu saja dari langit.

Bahkan, hujan pun membutuhkan proses untuk menyentuh tanah. Untuk mencapai tujuan, akan hadir selaksa godaan, mulai keserakahan, kedengkian, amarah, nafsu, dan angkara. Lantas, kembali pada jiwa kita untuk sedia membendung segala godaan tersebut.

Dalam Nawaruci, kisah Bima dalam mencari tirta amerta secara filosofis melambangkan bagaimana manusia harus menjalani perjalanan batin guna menemukan identitas dirinya atau pencarian sangkan paraning dumadi 'asal dan tujuan hidup manusia' atau manunggaling kawula Gusti. Dalam kisah ini termuat amanat ajaran konsepsi manusia, konsepsi Tuhan, dan bagaimana manusia menuju Tuhannya.

Seperti terombang-ambing antara yang terkenang dan tertinggal, Candi Kendalisada sebagai minatur dari kepurbakalaan di Nusantara cukup memprihatinkan. Kini, Candi Kendalisada sudah tak seperti masa jaya pendiriannya.


Relief kisah Panji tentang Panji Asmorobangun dan Candrakirana telah rusak dijarah secara paksa. Tak terkecuali, kedua relief Mintaraga dan Nawaruci yang menjadi kajian pembahasan makna tidak luput dari aksi tersebut. Bahkan, kedua relief tersebut sudah tak lagi menghiasi goa pemujaan.

Situs Kahyangan Jawadwipa yang bernilai sejarah tinggi telah pupus dan purna.

Lantas, dimanakah makna pertautan antara manusia dan purbakala sesungguhnya? Dimana peran kita pada purbakala? Masyarakat tak begitu andil dalam pelestarian dan perawatan situs purbakala, termasuk puluhan situs di Gunung Penanggungan. Namun, justru mendatangkan manusia-manusia yang tidak memikirkan kearifan bangsa dan sekadar memenuhi nafsu serta tindak tercela.

Padahal, kepurbakalaan telah mengiringi sejarah panjang perjalanan Nusantara. Manusia hadir dalam eksistensinya juga tak luput dari pertautan nilai kepurbakalaan itu sendiri. Purbakala bukan hanya pasal artefak, candi, peninggalan, kepurbaan, kesejarahan. Akan tetapi, lebih dari itu, purbakala adalah jalan panjang umat manusia.

Segala perjalanan manusia tercatat abadi dalam situs-situs purbakala yang sejatinya mampu melampaui dimensi masa. Sekarang, manusia yang hidup di zaman ini tinggal mengelola, melestarikan, dan merawatnya.

Memang, tidak menutup kemungkinan masih ditemukan kembali situs-situs purbakala di Penanggungan, namun, akan lebih baik pula jika penemuan terdahulu masih dijaga keberadaannya.
Dalam momentum Hari Purbakala ke-105 ini, mari kita menerawang akan ingatan sejarah masa lalu.

Tentang sisi lain dari zaman dahulu, yang penuh keterbatasan lantas menjadi awal dari terbukanya lembaran peradaban baru yang lebih maju. Sayangnya, purbakala selayak telah terasing, tak diingat, bahkan tak dikenal di zaman yang disebut milenial.

Purbakala bukan sekadar kisah yang lalu, hidup dalam sejarah dahulu, dan melampaui dimensi waktu. Purbakala adalah memoar penting perjalanan Nusantara dan manusia.

Ingatlah, sebelum Kendalisada dan semuanya hanya menjadi puing-puing cerita dan dongeng bagi anak cucu akan suburnya masa terdahulu, terlibatlah dalam perjuangan menegakkan kelestarian situs yang tersisa, agar cinta kita pada tanah, rumah, dan kehidupan tetap abadi selamanya.(*)




Sumber : Kompasiana


GIAT TNI - POLRI$type=carousel






JEJAK SPIRITUAL$type=complex$count=4

Portal News - NETIZENWORD.com. Berbagi informasi, tentang : sejarah, budaya, spiritual, wisata daerah, peristiwa dan informasi publik, berkontribusi sebagai Media Warga, untuk memberikan informasi dari berbagai peristiwa, kegiatan, baik daerah maupun nasional
Name

Artikel,63,Baksos,18,Balon Laka - Lantas,3,Balon Lebaran,2,Balon Udara,4,Bangkalan,2,Bendungan Bendo,1,Berita,257,Bhayangkari,8,BPD,1,Budaya,2,Cegah Covid-19,130,Cerita Bermakna,20,Cirebon,2,CPNS,1,Cuaca,12,Daftar Raja - Raja Majapahit,1,Dana Desa 2020,3,Dana Desa 2021,1,Daya Spiritual,5,Demak,1,Desa Gondowido,1,Dewan,28,DPRD,1,Dunia Spiritual,6,Ekonomi,29,Fenomena Alam,7,Giat,309,Gresik,24,Hukum,1,Info kesehatan,23,Iptek,8,Jatim,49,Javanese Spiritual,12,Jejak Spiritual,11,Jember,1,Kabar-kabari,3,Kabupaten ODF,1,Kampung Tangguh Semeru,4,Kasus,51,Kebakaran,1,Kebangsaan,1,Keris,9,Kesehatan,3,Kodim 0802/Ponorogo,3,Kuliner,9,Kunker,1,Laka - Lantas,14,Madiun,49,Magetan,4,Mitos - Mistik,12,Mobil Covid Hunter,1,Mojokerto,1,Narkoba,10,Olah raga,4,Operasi Patuh,1,Operasi Zebra,1,Ops Yustisi,3,Orang Meninggal,11,Outomotif,1,Pacitan,2,Pekanbaru,5,Pembangunan,4,Pendidikan,11,Penemuan,5,Peristiwa,64,Pertanian,5,Pesona Indonesiaku,30,Photo News,1,Pilkada,15,PKS Ponorogo,1,Polda Jatim,12,Polres,139,Polres Ponorogo,7,Polres Sukorejo,1,Polri,324,Polsek Bungkal,1,Polsek Mlarak,1,Polsek Pulung,1,Polsek Siman,2,Polsek Slahung,1,Polsek Sooko,2,Polsek Sukorejo,2,Ponorogo,285,Presiden Joko Widodo,1,Program PTSL,1,PSHT Pusat Madiun,1,Publik,23,Puncak Jaya,72,Religi,13,Reyog,1,Riau,3,Satlantas,1,Satpol PP,3,Sejarah,139,Sugiri Sancoko,1,Sumenep,1,Tanaman Bermanfaat,30,Tips Bermanfaat,7,TNI,71,Tokoh,42,TP PKK,13,Tradisi,8,Trenggalek,2,Umum,10,Vaksinasi,8,Virus Corona,20,Waduk Bendo,1,Wayang,8,Wisata Daerah,50,Wisata Religi,17,
ltr
item
Netizen Word: Candi Kendalisada dan Cerita Masa Lalu
Candi Kendalisada dan Cerita Masa Lalu
https://1.bp.blogspot.com/-S2IHM2E4_Ao/XUTo6rT9YcI/AAAAAAAACoc/kLDscEKCUjciedvrwiqtifvW5Mi7DZ_FwCLcBGAs/s320/IMG-20190803-WA0009.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-S2IHM2E4_Ao/XUTo6rT9YcI/AAAAAAAACoc/kLDscEKCUjciedvrwiqtifvW5Mi7DZ_FwCLcBGAs/s72-c/IMG-20190803-WA0009.jpg
Netizen Word
http://www.netizenword.com/2019/08/candi-kendalisada-dan-cerita-masa-lalu.html
http://www.netizenword.com/
http://www.netizenword.com/
http://www.netizenword.com/2019/08/candi-kendalisada-dan-cerita-masa-lalu.html
true
1914908294925827969
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy