Portal News - NETIZENWORD.com. Berbagi informasi, tentang : sejarah, budaya, spiritual, wisata daerah, peristiwa dan informasi publik, berkontribusi sebagai Media Warga, untuk memberikan informasi dari berbagai peristiwa, kegiatan, baik daerah maupun nasional


Mengenal Sri Sultan Hamengku Buwono IX (Gusti Raden Mas Dorodjatoen)

Sebagai warga Yogyakarta, tentu sangat bangga dan kagum dengan sosok Beliau, dari cerita langsung dari mereka yang pernah mempunyai pengalaman pribadi dengan Beliau, maupun lewat majalah, buku maupun artikel.

Sosok tauladan sejati bagi masyarakat Yogyakarta pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya, Beliau adalah seorang Raja dari Karaton Kasultanan Ngayogyokarto Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Dan, tidak ada rasa bosan-bosannya meskipun sudah berulang kali di posting tentang Beliau di berbagai media.


Sri Sultan Hamengku Buwono IX adalah putra kesembilan dari Sultan Hamengku Buwono VIII dengan istri kelimanya RA Kustilah / KRA Adipati Anom Amangku Negara / Kanjeng Alit.

Ia lahir pada masa pemerintahan Belanda di Karaton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (sekarang Yogyakarta) pada 12 April 1912 dengan nama Gusti Raden Mas (GRM) Dorodjatoen di Ngasem dan menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 76 tahun, tanggal 02 Oktober 1988 di George Washington University Medical Center, Amerika Serikat, dan dikebumikan di Kompleks Makam Raja-raja Mataram Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebagai keturunan langsung dari Sultan, Beliau diangkat menjadi Raja Kesultanan Yogyakarta ke-9 mulai 18 Maret 1940 dengan gelar :
"Ngarso Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwono Senapati ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sanga".

Di bawah pimpinan Hamengku Buwono IX inilah Yogyakarta banyak mengalami perubahan. Ia sangat berani dan dengan tegas menentang kaum penjajah. Beliau sangat bersemangat memperjuangkan nasib rakyat Yogyakarta agar segera meraih otonomi sendiri, yang kemudian dikenal dengan "Tahta Untuk Rakyat".

Selama empat tahun, waktunya dihabiskan untuk bernegosiasi dengan Dr Lucien Adam selaku Diplomat Senior Belanda. Kemudian, di masa penjajahan Jepang, Beliau juga berada paling depan dalam menolak pengiriman romusha yang mengadakan proyek saluran lokal irigasi Selokan Mataram, yang menghubungkan antara sungai Progo dengan Sungai Opak.


Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang jengah terhadap intimidasi haus akan kemerdekaan. Ia lantas mendorong pemerintah RI agar bisa merdeka dan memberi status Istimewa bagi Yogyakarta.

Perjuangannya bersama KGPAA Paku Alam VIII menjadi penguasa lokal pertama yang menggabungkan diri ke Republik Indonesia pun terwujud. Kemudian Beliau diangkat menjadi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta pertama oleh Presiden Ir. Soekarno tepat di Hari Proklamasi pada 17 Agustus 1945. Jabatan itu diembannya hingga akhir hayat, yang dibantu KGPAA Paku Alam VIII selaku Pejabat Gubernur.

Mulai 2 Oktober 1946 sampai 27 Juni 1947, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dipercaya untuk menjabat sebagai Menteri Negara pada kabinet Sjahrir III. Ia diangkat lagi dalam Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II pada 3 Juli 1947 - 11 November 1947, yang dilanjutkan hingga 28 Januari 1948. Di masa ini, Jakarta dikuasai Belanda dalam Agresi Militer Belanda I yang dilaksanakan pada 21 Juli 1947 sampai 5 Agustus 1947, Sri Sultan Hamengku Buwono IX mengajak Presiden untuk memimpin Indonesia dari Yogyakarta.

Jabatan di Kementerian terus dipercayakan kepada beliau. Dari Menteri Pertahanan/Koordinator Keamanan Dalam Negeri pada Kabinet Hatta II (4 Agustus 1949 - 20 Desember 1949) dan Menteri Pertahanan pada masa RIS (20 Desember 1949 - 6 September 1950). Setelah itu dalam Kabinet Natsir (6 September 1950 - 27 April 1951), ia diangkat menjadi Wakil Perdana Menteri Indonesia menggantikan Abdul Hakim.

Konsentrasi Sri Sultan Hamengku Buwono IX tidak hanya pada kesejahteraan dan ekonomi rakyat. Di bidang pendidikan, Sultan yang pernah mencicipi bangku Frobel School (setara TK) asuhan Juffrouw Willer di Bintaran Kidul, Eerste Europese Lagere School (1925), Hogere Burger School (HBS, setingkat SMP dan SMU) di Semarang dan Bandung (1931), serta Rijkuniversiteit Leiden, jurusan Indologie (ilmu tentang Indonesia) kemudian ekonomi ini juga sangat menaruh perhatian.

Ia juga disebut-sebut sebagai salah satu founding father Universitas Gadjah Mada sejak mulai pendirian Balai Perguruan Tinggi UGM pada 17 Februari 1946 sampai pendirian UGM pada 19 Desember 1949, hingga berubah menjadi Universitiet Negeri Gadjah Mada sampai menjadi Universitas Gadjah Mada di tahun 1954.
Atas usahanya, ia dipilih menjadi Ketua Dewan Kurator UGM tahun 1951.
Di bidang olahraga, mantan Ketua Dewan Pariwisata Indonesia (1956), mantan delegasi Indonesia di PBB urusan pariwisata (1963 dan 1968) ini dipercaya menjadi Ketua Federasi ASEAN GAMES (1958) dan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada 1968.

Pengalaman dan kecerdasannya juga dimanfaatkan secara penuh di bidang ekonomi ketika kembali di Kementerian menjadi Menteri/Ketua Badan Pemeriksa Keuangan pada 5 Juli 1959 dan Wakil Perdana Menteri Bidang Ekonomi 11 pada Maret 1966.

Jabatan itu kemudian berganti nama pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Ia diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI pertama masa jabatan 25 Juli 1966 - 17 Oktober 1967, yang kemudian digantikan oleg Ali Wardhana.

Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang juga dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia dan pernah menjabat sebagai ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1968), dipilih untuk mendampingi Presiden Soeharto sebagai Wakil Presiden RI ke-2, menggantikan Mohammad Hatta pada 24 Maret 1973 - 23 Maret 1978. Jabatan itu dilanjutkan Adam Malik di periode berikutnya.

Dalam kehidupan pribadinya, Sri Sultan Hamengku Buwono IX tercatat pernah 5 kali menikah. Istri pertamanya adalah BRA Pintakapurnama / KRA Pintakapurnama pada tahun 1940.

Kemudian RA Siti Kustina/BRA Windyaningrum / KRA Widyaningrum/Ray Adipati Anom, putri R.W. Purwowinoto pada tahun 1943. Ketiga, Raden Gledegan Ranasaputra / KRA Hastungkara, putri Raden Lurah Ranasaputra dan Sujira Sutiyati Ymi Salatun di tahun 1948. Keempat, KRA Ciptamurti, dan yang terakhir Norma Musa / KRA Nindyakirana, putri Handaru Widarna di tahun 1976. Dari pernikahan itu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dikaruniai 15 putra dan 7 putri.


Berikut Karir semasa hidup Beliau :

1. Kepala dan Gubernur Militer Daerah Istimewa Yogyakarta (1945).
2. Menteri Negara pada Kabinet Sjahrir III (2 Oktober 1946 - 27 Juni 1947).
3. Menteri Negara pada Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II (3 Juli 1947 - 11 November 1947 dan 11 November 1947 - 28 Januari 1948).
4. Menteri Negara pada Kabinet Hatta I (29 Januari 1948 - 4 Agustus 1949).
5. Menteri Pertahanan/Koordinator Keamanan Dalam Negeri pada Kabinet Hatta II (4 Agustus 1949 - 20 Desember 1949).
6. Menteri Pertahanan pada masa RIS (20 Desember 1949 - 6 September 1950).
7. Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Natsir (6 September 1950 - 27 April 1951).
8. Ketua Dewan Kurator Universitas Gajah Mada Yogyakarta (1951).
9. Ketua Dewan Pariwisata Indonesia (1956).
10. Ketua Sidang ke 4 ECAFE (Economic Commision for Asia and the Far East) dan Ketua Pertemuan Regional ke 11 Panitia Konsultatif Colombo Plan (1957).
11. Ketua Federasi ASEAN Games (1958)
Menteri/Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (5 Juli 1959).
12. Ketua Delegasi Indonesia dalam pertemuan PBB tentang Perjalanan dan Pariwisata (1963).
13. Menteri Koordinator Pembangunan (21 Februari 1966).
14. Wakil Perdana Menteri Bidang Ekonomi 11 (Maret 1966).
15. Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1968).
16. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia/KONI (1968).
17. Ketua Delegasi Indonesia di Konferensi Pasific Area Travel Association (PATA) di California, Amerika Serikat (1968).
18. Wakil Presiden Indonesia (25 Maret 1973 - 23 Maret 1978).

(*)

GIAT TNI - POLRI$type=carousel






JEJAK SPIRITUAL$type=complex$count=4

Portal News - NETIZENWORD.com. Berbagi informasi, tentang : sejarah, budaya, spiritual, wisata daerah, peristiwa dan informasi publik, berkontribusi sebagai Media Warga, untuk memberikan informasi dari berbagai peristiwa, kegiatan, baik daerah maupun nasional
Name

Artikel,63,Baksos,18,Balon Laka - Lantas,3,Balon Lebaran,2,Balon Udara,4,Bangkalan,2,Bendungan Bendo,1,Berita,257,Bhayangkari,8,BPD,1,Budaya,2,Cegah Covid-19,130,Cerita Bermakna,20,Cirebon,2,CPNS,1,Cuaca,12,Daftar Raja - Raja Majapahit,1,Dana Desa 2020,3,Dana Desa 2021,1,Daya Spiritual,5,Demak,1,Desa Gondowido,1,Dewan,28,DPRD,1,Dunia Spiritual,6,Ekonomi,29,Fenomena Alam,7,Giat,309,Gresik,24,Hukum,1,Info kesehatan,23,Iptek,8,Jatim,49,Javanese Spiritual,12,Jejak Spiritual,11,Jember,1,Kabar-kabari,3,Kabupaten ODF,1,Kampung Tangguh Semeru,4,Kasus,51,Kebakaran,1,Kebangsaan,1,Keris,9,Kesehatan,3,Kodim 0802/Ponorogo,3,Kuliner,9,Kunker,1,Laka - Lantas,14,Madiun,49,Magetan,4,Mitos - Mistik,12,Mobil Covid Hunter,1,Mojokerto,1,Narkoba,10,Olah raga,4,Operasi Patuh,1,Operasi Zebra,1,Ops Yustisi,3,Orang Meninggal,11,Outomotif,1,Pacitan,2,Pekanbaru,5,Pembangunan,4,Pendidikan,11,Penemuan,5,Peristiwa,64,Pertanian,5,Pesona Indonesiaku,30,Photo News,1,Pilkada,15,PKS Ponorogo,1,Polda Jatim,12,Polres,139,Polres Ponorogo,7,Polres Sukorejo,1,Polri,324,Polsek Bungkal,1,Polsek Mlarak,1,Polsek Pulung,1,Polsek Siman,2,Polsek Slahung,1,Polsek Sooko,2,Polsek Sukorejo,2,Ponorogo,285,Presiden Joko Widodo,1,Program PTSL,1,PSHT Pusat Madiun,1,Publik,23,Puncak Jaya,72,Religi,13,Reyog,1,Riau,3,Satlantas,1,Satpol PP,3,Sejarah,139,Sugiri Sancoko,1,Sumenep,1,Tanaman Bermanfaat,30,Tips Bermanfaat,7,TNI,71,Tokoh,42,TP PKK,13,Tradisi,8,Trenggalek,2,Umum,10,Vaksinasi,8,Virus Corona,20,Waduk Bendo,1,Wayang,8,Wisata Daerah,50,Wisata Religi,17,
ltr
item
Netizen Word: Mengenal Sri Sultan Hamengku Buwono IX (Gusti Raden Mas Dorodjatoen)
Mengenal Sri Sultan Hamengku Buwono IX (Gusti Raden Mas Dorodjatoen)
https://1.bp.blogspot.com/-6EfO-EpO1qE/XSAbg25S7FI/AAAAAAAAB7o/LCxTVUG7o88igurSnL0HCzLMFRZhr817wCLcBGAs/s1600/IMG-20190706-WA0011.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-6EfO-EpO1qE/XSAbg25S7FI/AAAAAAAAB7o/LCxTVUG7o88igurSnL0HCzLMFRZhr817wCLcBGAs/s72-c/IMG-20190706-WA0011.jpg
Netizen Word
http://www.netizenword.com/2019/07/mengenal-sri-sultan-hamengku-buwono-ix.html
http://www.netizenword.com/
http://www.netizenword.com/
http://www.netizenword.com/2019/07/mengenal-sri-sultan-hamengku-buwono-ix.html
true
1914908294925827969
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy